Terkini AgrariaBea Cukai: Target penerimaan bea keluar 2020 telah dipertimbangkan

Bea Cukai: Target penerimaan bea keluar 2020 telah dipertimbangkan

Perencanaan 2020 telah mempertimbangkan beberapa kemungkinan, recovery-nya atau mulai tumbuhnya harga komoditas

Jakarta ((Feed)) – Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi mengatakan bahwa target penerimaan barang ekspor lewat bea pada 2020 yang lebih besar dibanding outlook 2019 telah melalui berbagai pertimbangan.

“Perencanaan 2020 telah mempertimbangkan beberapa kemungkinan, recovery-nya atau mulai tumbuhnya harga komoditas,” katanya saat ditemui di Kantor Pusat Bea dan Cukai, Jakarta, Jumat.

Berdasarkan data dari APBN Kita, realisasi penerimaan negara dari bea keluar hingga Agustus 2019 hanya sebesar Rp2,1 triliun, atau 46,30 persen dari target APBN yaitu Rp4,42 triliun.

Penerimaan bea keluar hingga Agustus 2019 tersebut mengalami pertumbuhan negatif yaitu sekitar 53,25 persen dibanding periode yang sama pada 2018 yaitu Rp4,38 triliun.

Sedangkan pada anggaran 2020 pendapatan negara dari bea keluar ditargetkan sebesar Rp2,6 triliun yang berarti selisih sekitar Rp500 miliar dari outlook 2019, padahal ekspor dan penerimaan terus mengalami tekanan.

Baca juga  Kolaborasi Implementasi Kebijakan FOLU Net Sink 2030, Sekjen KLHK Teken MoU Dengan IOJI Dan ICEL

Baca juga: Bea Cukai selamatkan uang negara Rp4 miliar dari kasus jastip

Baca juga: Bea Cukai Soetta temukan 422 kasus pelanggaran jastip pada 2019

Menurut dia, pertimbangan tersebut berdasarkan telah mulai membaiknya harga komoditas ekspor di Indonesia dan pemerintah juga memperkirakan sejumlah tambang akan mulai beroperasi lagi khususnya tembaga.

“Beberapa tambang mungkin akan beroperasi lagi terutama tembaga, mungkin akan ada yang ekspor,” ujarnya.

Ia menjelaskan kenaikan target pendapatan dari bea keluar itu bertujuan untuk menjaga pasokan domestik dengan instrumen fiskal.

“Fungsi bea keluar itu adalah untuk mengatur saja. Revenue bukan target utama, artinya itu hanya dari potensi pertumbuhan saja bukan karena ekstensifikasi yang ekstrim,” katanya.

Ia melanjutkan target utama dari pengenaan bea keluar bukan merupakan dasar utama pengenaan jenis bea tersebut, melainkan untuk mencukupi kebutuhan di pasar dalam negeri.

Baca juga  Rudiantara bagikan pengalaman jadi "mimin" grup WA Kabinet Kerja

“Utamanya untuk menjaga kepastian suplai dari domestik, maka kita bisa infus dengan pengenaan bea keluar sehingga dia menjual di domestik saja,” ujarnya.

 

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengimbau pemerintah daerah (Pemda) di Provinsi Nusa Tenggara Barat...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba cepat dan terbuka, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menetapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat. Kebijakan ini merujuk...