Terkini AgrariaKabut asap sebabkan 18 jadwal penerbangan tertunda di Palembang

Kabut asap sebabkan 18 jadwal penerbangan tertunda di Palembang

Wilayah yang berkontribusi mengirim asap yakni SP Padang, Banyu Asin I, Pampangan, SP Padang, Pedamaran, Tulung Selapan, Cengal, Pematang Panggang, dan Mesuji.

Palembang ((Feed)) – Kabut asap yang semakin meningkat intensitasnya menyebabkan hingga sebanyak 18 jadwal penerbangan di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang mengalami penundaan dan satu penerbangan dialihkan pendaratannya.

Executive General Manager Bandara Sultan Mahmud Badaruddin Ii, Fahroji, Minggu, mengatakan penerbangan tertunda akibat jarak pandang di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II hanya tersisa 200 meter atau terpendek semenjak asap mulai masuk ke Kota Palembang tiga pekan terakhir.

“Pukul 05.00 WIB jarak pandang masih 800 meter (aman), lalu pukul 06.00 WIB turun menjadi hanya 200 meter, baru normal kembali pukul 08.00 WIB yakni sudah 2.500 meter,” ujar Fahroji kepada Antara.

Baca juga  McIlroy dinobatkan pegolf terbaik PGA Tour 2019

Menurut dia, 18 jadwal penundaan tersebut terdiri dari tujuh jadwal kedatangan dan 11 jadwal keberangkatan, selain itu terdapat satu penerbangan terpaksa mendarat di Palembang setelah dialihkan karena tidak bisa mendarat di Jambi akibat kabut asap.

Di antara jadwal yang terpaksa tertunda yakni penerbangan maskapai Garuda rute Soekarno Hatta – Palembang. Pada rute tersebut, pesawat seharusnya tiba pukul 06.45 WIB, namun baru dapat mendarat di Bandara SMB II pukul 09.32 WIB atau terlambat 167 menit.

Sementara Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi SMB II Palembang, Bambang Beny Setiaji, mengatakan asap yang menyelimuti Kota Palembang berasal dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah sebelah Timur-Selatan Kota Palembang dengan tingkat kepercayaan di atas 80 persen.

“Wilayah yang berkontribusi mengirim asap yakni SP Padang, Banyu Asin I, Pampangan, SP Padang, Pedamaran, Tulung Selapan, Cengal, Pematang Panggang, dan Mesuji,” ujar Beny.

Baca juga  Terima Sertipikat, Hapuskan Rasa Khawatir Warga Desa Pintu Batu akan Kehilangan Tanah Pemakaman

Kabut asap diindikasikan dengan kelembapan yang tinggi dengan partikel-partikel basah di udara, hal tersebut disebabkan kondisi langit pada malam hari tanpa awan mengakibatkan radiasi permukaan bumi lepas keluar atmosfer.

“Akibatnya suhu di permukaan relatif dingin yakni 22-23 derajat celcius, namun pasca matahari terbit keadaan udara akan relatif labil sehingga partikel basah (kabut) maupun kering (asap) akan terangkat naik dan jarak pandang akan menjadi lebih baik,” jelas Beny.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Pemerintah Finalisasi Rencana Induk Pemulihan Pascabencana Sumatra

Agraria.today | Jakarta – Pemerintah menyiapkan rencana induk Percepatan...

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Perkuat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Wamen Ossy: Targetkan Peta LSD Baru di 17 Provinsi

Agraria.today | Jakarta - Pemerintah berencana memperkuat pelaksanaan pengendalian...

Related Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melaksanakan Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriksaan (TLRHP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)....

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) tengah membahas Klasifikasi Rincian Output (KRO) dan Rincian Output (RO) sebagai dasar...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, melaporkan capaian kinerja dan realisasi anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun...