Terkini AgrariaKampung sayur organik Mojosongo Solo targetkan mandiri pangan

Kampung sayur organik Mojosongo Solo targetkan mandiri pangan

Masih konsumsi sendiri dengan memanfaatkan pekarangan yang ada. Jadi kami belum melakukan promosi keluar karena fokusnya di pemberdayaan masyarakat

Solo ((Feed)) –
Kampung sayur organik yang berada di Ngemplak Sutan, RW 07, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Solo menargetkan sebagai kampung mandiri pangan.

“Saat ini kami sudah menuju ke sana,” kata Koordinator kampung sayur organik Mojosongo Paryanto di Solo, Minggu.

Meski demikian, dikatakannya, saat ini hasil kebun yang diperoleh masyarakat masih sebatas untuk konsumsi rumah tangga sendiri.

“Masih konsumsi sendiri dengan memanfaatkan pekarangan yang ada. Jadi kami belum melakukan promosi keluar karena fokusnya di pemberdayaan masyarakat,” katanya.

Ia mengatakan untuk lahan yang ditanami masyarakatpun bukan lahan khusus melainkan hanya memanfaatkan pekarangan yang luasnya terbatas.

“Di pinggir-pinggir rumah, depan dan pinggir jalan. Kami menanamnya di polybag dan pot,” katanya.

Baca juga  Wamen ATR/Wakil Kepala BPN mengunjungi Kantor BPKP

Untuk beberapa jenis tanaman yang ditanam juga terbatas mengingat Kota Solo bukan merupakan daerah dengan iklim dingin.

Menurut dia, beberapa sayuran yang ditanam di antaranya cabai, terong, tomat, kangkung, selada dan buah stroberi.

Ia mengatakan sejauh ini sudah ada sekitar 50 rumah yang melakukan budidaya tersebut atau sekitar 60 persen dari rumah yang ada di kampung tersebut.

Sementara itu, untuk merealisasikan program kampung mandiri pangan, saat ini ia mengajak masyarakat setempat membudidayakan ternak dan ikan dalam skala kecil.

“Kalau ternak paling tidak setiap rumah tangga punya 5-10 ekor ayam petelur. Sedangkan perikanan harapannya setiap rumah punya kolam sederhana untuk memelihara ikan konsumsi,” katanya.

 

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Upaya Berkelanjutan Satgas PRR Sukses Normalisasi Puluhan Sungai dan Muara Terdampak Bencana

Agraria.today - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi...

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Related Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengimbau pemerintah daerah (Pemda) di Provinsi Nusa Tenggara Barat...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba cepat dan terbuka, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menetapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat. Kebijakan ini merujuk...