Terkini AgrariaDaerah produsen terbesar kakao ini tak lagi ekspor, ini penyebabnya

Daerah produsen terbesar kakao ini tak lagi ekspor, ini penyebabnya

Jadi devisa dari ekspor biji kakao Sulawesi Tengah jelas tercatat di daerah itu, dan bukan Sulawesi Tengah

Palu ((Feed)) – Pemerhati kakao asal Sulawesi Tengah Achrul Udaya mengatakan sejak beberapa tahun terakhir ini daerah itu tidak lagi melakukan ekspor langsung biji kakao yang selama ini menjadi komoditas primadona petani di provinsi terletak di jazirah Pulau Sulawesi.

“Ironisnya, Sulawesi Tengah merupakan penghasil kakao terbesar, tetapi kini tidak mengekspor,” katanya di Palu, Jumat.

Achrul mengatakan produksi kakao petani Sulawesi Tengah saat ini sekitar 165.000 ton dan dalam beberapa tahun ini hanya diantarpulaukan ke Surabaya.

“Jadi devisa dari ekspor biji kakao Sulawesi Tengah jelas tercatat di daerah itu, dan bukan Sulawesi Tengah,” ujarnya.

Karena memang, semuanya eksportir kakao ada di Surabaya. Mereka datang membeli kakao produksi petani Sulawesi Tengah, lalu kemudian dibawa ke Surabaya dan dari sanalah baru diekspor ke berbagai negara tujuan.

Baca juga  Presiden Jokowi Imbau Rakyat Indonesia Gunakan Hak Pilih

Padahal, kata dia di era tahun 1990an s/d 2000 eksportir kakao mengekspor langsung komoditas perkebunan tersebut dari Pelabuhan Pantoloan Palu.

Dari Pelabuhan Pantoloan Palu, kakao diekspor ke berbagai negara konsumen seperti Amerika, China, Malaysia, dan Singapura, sehingga perolehan devisa ekspor nonmigas Sulawesi Tengah tercatat di daerah ini, letter of credit (LC)-nya dibuka di Palu.

Tetapi selama beberapa tahun terakhir ini, para eksportir hengkang dari Palu dan membuka LC di luar daerah. “Otomatis, Sulawesi Tengah hanyalah nama sebagai daerah penghasil kakao, tetapi tidak menikmati devisa,” ujarnya.

Tidaklah heran jika devisa ekspor kakao Sulawesi Tengah  nihil. Karena memang kita tidak ada ekspor kakao. “Yang ekspor kakao produksi petani Sulawesi Tengah adalah daerah lain,” kata dia.

Dahulu kakao merupakan produk ekspor nonmigas Sulawesi Tengah yang setiap tahunnya menyumbangkan devisa terbesar di daerah ini.

Baca juga  Kemendikbud imbau pemda hindarkan siswa ikut unjuk rasa

Sulawesi Tengah melakukan ekspor perdana biji kakao langsung dari Pelabuhan Pantoloan Palu pada 1994. Saat itu masih era Gubernur Abdul Aziz Lamadjido.
Menurut dia, tidak ada jalan lain, Sulawesi Tengah harus kembali mengekspor langsung biji kakao.

“Jangan kita yang punya produk, tetapi tidak menikmati hasilnya secara optimal,” kata Achrul yang juga Ketua Bidang Perdagangan Kadin Provinsi Sulawesi Tengah itu.

 

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Buka Forum Bakohumas 2026, Sekjen ATR/BPN Tekankan Penyamaan Persepsi dalam Implementasi Sertipikat Elektronik

Agraria.today | Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agraria...

Pastikan Data Sertipikat Tanah Sesuai, Ini Cara Mudah Pengecekannya

Agraria.today | Jakarta - Masyarakat kini bisa memastikan kesesuaian...

Siapkan Ketersediaan SDM yang Berintegritas, Sekjen ATR/BPN Minta Dukungan Komisi II DPR RI dalam Transformasi STPN

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Mendagri Tegaskan Pemerintah Siap Perkuat Pengawasan dan Optimalisasi Dana Otsus

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad...

Mendagri: Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Dirasakan oleh Masyarakat

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad...

Kendalikan Harga Komoditas, Sekjen Kemendagri Minta Pemda Pastikan Ketersediaan Cabai dan Bawang Merah

Agraria.today | Jakarta – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam...

Related Articles

Pastikan Data Sertipikat Tanah Sesuai, Ini Cara Mudah Pengecekannya

Agraria.today | Jakarta - Masyarakat kini bisa memastikan kesesuaian data sertipikat tanah secara lebih mudah tanpa harus datang ke Kantor Pertanahan. Melalui layanan digital...

Siapkan Ketersediaan SDM yang Berintegritas, Sekjen ATR/BPN Minta Dukungan Komisi II DPR RI dalam Transformasi STPN

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) meminta dukungan Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) terhadap...

Akhir Perjuangan Panjang, Sertipikat Tanah Mbah Tupon Kembali ke Tangan yang Berhak

Agraria.today | D.I. Yogyakarta - Setelah melalui proses hukum yang panjang, sertipikat tanah milik Tupon Hadi Suwarno atau Mbah Tupon, warga Dusun Ngentak, Bangunjiwo,...