Terkini AgrariaOrang rimba akan mulai disensus BPS Jambi melibatkan Warsi

Orang rimba akan mulai disensus BPS Jambi melibatkan Warsi

dengan keunggulan digital, dilakukan updating verifikasi

Jambi ((Feed)) – Suku Anak Dalam (SAD) atau orang rimba akan menjadi sasaran pencacahan pada Sensus Penduduk (SP) 2020 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi melibatkan Warsi.

“Untuk warga orang rimba Suku Anak Dalam (SAD) pun juga akan dilakukan pencacahan pada SP 2020 seperti yang kita lakukan pada 2010 lalu,” kata Kepala BPS Provinsi Jambi, Dadang Hardiawan, di Jambi Kamis.

Pada SP 2010 lalu, tercatat jumlah orang rimba yang dicacah ada sebanyak 3.000 orang dan kegiatan itu berkat kerja sama dengan KKI Warsi dan untuk SP 2020 juga telah berkoordinasi dengan sejumlah lembaga terkait.

Pencacahan dilakukan BPS bersama Warsi guna mengetahui lokasi mana orang rimba bermukim sehingga bisa dicacah masuk dalam SP 2020.

Dadang mengatakan, di Provinsi Jambi ada lima kabupaten yang didiami orang rimba yaitu Kabupaten Batanghari, Sarolangun, Merangin, Bungo dan Tebo serta di kawasan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh di Sarolangun di sana sudah ada orang rimba yang bermukim secara menetap dan telah memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Baca juga  Turis di Bali dimanja penyewaan kendaraan roda dua

Sedangkan untuk orang rimba yang masih tinggal di hutan petugas akan mendatangi kawasan tempat tinggal mereka, kata Dadang Hardiawan.

Pada Sensus Penduduk (SP) 2020 akan menggunakan metode digital dan berbeda dengan metode sebelumnya. Metode sensus kali ini bertujuan untuk keakuratan data ini akan dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia.

Namun demikian metode konvensional masih tetap dilakukan untuk kawasan tertentu dan nanti 2020, sensus akan dilakukan secara serentak nasional oleh BPS dimana metode barunya adalah warga meng-update sendiri datanya.

“Nanti dengan keunggulan digital, dilakukan updating verifikasi,” kata Kepala BPS Provinsi Jambi Dadang Hardiwan.

Pada SP 2020 BPS Provinsi Jambi mendapat dukung dari media cetak, elektronik dan media daring melakukan penandatanganan surat dukungan media untuk menyukseskan SP 2020.

“Tanpa dukungan dari teman-teman jurnalis sebagus apapun kegiatan tidak akan diketahui masyarakat,” kata Dadang.

Baca juga  Kursi panas pelatih, siapa menyusul Dejan Antonic Liga 1?

Sensus penduduk sistem combined methoded ini akan digabungkan dengan data Dukcapil Provinsi. Sensus penduduk Indonesia 2020 merupakan sensus penduduk ke-7 setelah Indonesia merdeka dan 2020 merupakan sensus penduduk pertama yang menggunakan combined methode data di Dukcapil.

Dengan satu data Dadang yakin tidak ada lagi warga yang memiliki dua identitas dan makanya yang menjadi basis data awalnya tetap Disdukcapil yang statusnya adalah de jure, sedangkan BPS akan memperhatikan de facto.

Warga setahun ini tinggalnya di mana, siapa yang lahir dan meninggal akan diketahui. Data akan diverifikasi mulai dari tingkat RT oleh pencacah. Sehingga tidak ada satupun yang terlewatkan, kata Dadang Hardiawan

Dengan demikian data kependudukan akan jadi satu kesatuan.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengimbau pemerintah daerah (Pemda) di Provinsi Nusa Tenggara Barat...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba cepat dan terbuka, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menetapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat. Kebijakan ini merujuk...