Terkini AgrariaKalsel siap jadi penyangga pangan ibu kota negara baru

Kalsel siap jadi penyangga pangan ibu kota negara baru

Marabahan ((Feed)) – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan siap menjadi salah satu daerah penyangga pangan ibu kota negara baru di Kalimantan Timur seiring dengan keberhasilan pengembangan padi di lahan rawa Desa Jejangkit Kabupaten Barito Kuala.

Gerbernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor usai melakukan panen raya padi bersama masyarakat di Desa Jejangkit, Rabu mengatakan, panen raya tesebut sebagai bukti keberhasilan petani dan pemerintah dalam mengembangkan produksi padi di lahan rawa.

Kesuksesan tersebut, tambah dia, akan meningkatkan produktivitas pangan Kalsel, sehingga ke depan akan mampu menyuplai kebutuhan pangan di berbagai daerah di Indonesia, terutama bagi ibu kota baru.

Sebelumnya, banyak pihak pesimistis tentang upaya pengembangan Desa Jejangkit sebagai kawasan pertanian lahan rawa, karena kondisi alam dan rawa di daerah tersebut yang memiliki keasaman cukup tinggi, sehingga dikenal sulit dikembangkan.

“Saya mengucapkan syukur atas keberhasilan panen yang dilakukan kali ini,” katanya.

Menurut dia, Kalimantan Selatan berhasil melakukan optimalisasi pemanfaatan lahan rawa untuk pertanian terutama jenis padi.

Baca juga  GTRA Summit 2022 Wujudkan Kelestarian Ekonomi, Perlindungan Masyarakat Adat serta Dorong Investasi di Kawasan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil

Areal lahan rawa yang digarap petani bersama segenap komponen, di Desa Jejangkit Muara, Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala, untuk ditanami benih padi membuahkan hasil.

Pascaperingatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38 pada 18 – 21 Oktober 2018, Desa Jejangkit Kalsel ditetapkan pusat sebagai Pusat kegiatan HPS.

Kini benih padi yang ditanam kala itu, mulai dipanen.

Gubernur mengingatkan bahwa keberhasilan panen kali ini tidak lepas dari kerja keras dari semua pihak.

Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor tengah saat saat panen raya di pertanian Desa Jejangkit Kabupaten Batola, Rabu (18/9) 2019. (Antaranews Kalsel/Humpro kalsel)

“Tanpa sinergi,gotong royong dan rasa optimistis yang terus dibangun, tidak mungkin kita bisa mencapai kesukseskan,” ucapnya.

Gubernur atau biasa disebut Paman Birin menghendaki proses tanam bisa dilakukan di musim kemarau dengan mengandalkan teknologi yang dimiliki.

Kendala teknis di lapangan seperti pengairan dan keasaman air yang cukup tinggi bisa diatasi sebagaimana usaha yang dilakukan sebelumnya.

“Program Serasi ini, juga dapat mencegah kebakaran hutan dan lahan, karena lahan yang benar-benar digarap tidak ada yang terbakar,” katanya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Selatan Syamsir Rahman mengatakan panen di lahan Serasi ini merupakan lanjutan dari Hari Pangan sedunia pada 2018.

Baca juga  Serahkan DIPA 2025, Mendagri Tekankan Dukungan untuk Asta Cita Presiden

Menurut dia, luas lahan pertanian yang ditanam di Desa Jejangkit ini seluas 320 hektare. Jika satu hektare menghasilkan kurang lebih 6 ton maka akan didapat 1.920 ton. Tentunya ini akan menambah produksi padi yang sudah ada.

Syamsir juga mendorong para petani untuk menggarap lahan Jejangkit agar bisa melakukan tanam 2 kali bahkan lebih dalam satu tahun.

Sehingga, hasil panen yang didapatkan bisa lebih berlimpah dan bisa meningkatkan kesejahteraan petani.

“Jangan puas dengan satu kali tanam, jangan puas dengan satu kali panen, bukan untuk gubernur, bukan untuk kepala dinas, semuanya untuk para petani,” katanya.

Samsir mengatakan, bila seluruh pihak mampu menjaga produktivitas padi maka Kalsel siap menjadi penyangga ibu kota negara baru.

“Berapa juta orang yang di Kaltim nanti yang memerlukan beras, tentunya kita akan menyuplainya,” katanya.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengimbau pemerintah daerah (Pemda) di Provinsi Nusa Tenggara Barat...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba cepat dan terbuka, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menetapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat. Kebijakan ini merujuk...