Terkini AgrariaPemerintah tawarkan pengembang bangun kantor kedutaan di ibu kota baru

Pemerintah tawarkan pengembang bangun kantor kedutaan di ibu kota baru

Memang sebagian besar kedutaan sudah punya di Jakarta, tetapi mereka minimal harus ada kantor di sana. Ini suatu kesempatan nanti kita detilkan karena banyak negara yang perlu kedutaan

Jakarta ((Feed)) – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menawarkan sejumlah peluang bisnis kepada para pelaku usaha bidang properti dalam pembangunan Ibu Kota NKRI di Kalimantan Timur.

Di depan pelaku usaha properti pada Pembukaan Rakornas Kadin, Bambang Brodjonegoro menawarkan kepada para pengembang (developer) dalam negeri dapat bekerja sama dengan perwakilan negara asing untuk membangun kantor kedutaan di kawasan ibu kota baru itu.

“Memang sebagian besar kedutaan sudah punya di Jakarta, tetapi mereka minimal harus ada kantor di sana. Ini suatu kesempatan nanti kita detilkan karena banyak negara yang perlu kedutaan,” kata Bambang pada pada Pembukaan Rakornas Kadin bidang Properti di Jakarta, Rabu.

Baca juga  Saat tenaga ahli Jepang kenalkan energi listrik dari buah jeruk

Bambang menjelaskan bahwa pemerintah diminta memberikan relaksasi kepada pengembang Indonesia agar bisa bekerja sama dengan perwakilan asing untuk membangun kantor kedutaan dengan status tanah yang jelas.

Seperti diketahui, pemerintah memang menyediakan lahan seluas 180.000 hektare (ha) untuk lokasi pemindahan ibu kota baru di Provinsi Kalimantan Timur.

Luas lahan tersebut terbagi menjadi dua, sebagian berada di Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian lagi di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Dari total lahan tersebut, pemerintah menyiapkan lahan seluas 6.000 hektare untuk kawasan administratif pemerintahan (government acitivity) dan segala penunjangnya, seperti Istana Kepresidenan, Gedung DPR/MPR, seluruh kantor kementerian dan rumah dinas untuk aparatur sipil negara (ASN).

Sementara itu, pihak swasta dapat memanfaatkan lahan seluas 4.000 hektare untuk dibangun perumahan, baik rumah tapak (landed house) maupun apartemen (vertical housing).

“Untuk yang tahap pertama 6.000 hektare itu tanahnya memang datar (flat), tetapi yang 4.000 hektare itu lebih berbukit, jadi nanti permukiman pribadi akan berada di daerah bukit tadi,” kata Bambang.

Baca juga  Simon: timnas Indonesia sangat termotivasi taklukkan Thailand

Selain perumahan, para pengembang juga ditawarkan untuk membangun fasilitas penunjang, seperti rumah sakit, sekolah dari tingkat PAUD hingga universitas swasta, pusat perbelanjaan dan hotel.

Pembangunan Ibu Kota NKRI di Kalimantan Timur membutuhkan anggaran Rp466 triliun, dengan rincian 19,2 persen dari APBN; 54,4 persen dari skema Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dan 26,4 persen dari pihak swasta termasuk BUMN.

“Saya berharap lebih banyak lagi pihak properti yang masuk ke KPBU karena skema tersebut yang paling logis untuk sektor properti, baik infrastruktur maupun gedung,” katanya.

Selamat datang di ibu kota baru Indonesia

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Upaya Berkelanjutan Satgas PRR Sukses Normalisasi Puluhan Sungai dan Muara Terdampak Bencana

Agraria.today - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi...

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Related Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengimbau pemerintah daerah (Pemda) di Provinsi Nusa Tenggara Barat...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba cepat dan terbuka, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menetapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat. Kebijakan ini merujuk...