Terkini AgrariaPertanian di Ternate terkendala irigasi, Strategi disiapkan

Pertanian di Ternate terkendala irigasi, Strategi disiapkan

Di Ternate tidak bisa membuat jaringan irigasi dangkal karena tidak ada sumber air, baik berupa sungai maupun mata air, seperti yang ada di daerah lainnya di Malut

Ternate ((Feed)) – Pengembangan pertanain di Kota Ternate, Maluku Utara (Malut) khususnya untuk tanaman hortikultura terkendala tidak adanya irigasi atau sumber air yang memadai untuk menyiram tanaman.

Dinas Pertanian sudah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengatasi kendala ketiadaan irigasi tersebut, di antaranya dengan mengupayakan jaringan air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) ke daerah pengembangan pertanian untuk kebutuhan menyiram tanaman.

“Di Ternate tidak bisa membuat jaringan irigasi dangkal karena tidak ada sumber air, baik berupa sungai maupun mata air, seperti yang ada di daerah lainnya di Malut,” kata Kepala Dinas Pertanian Ternate Thamrin Marsaoly di Ternate, Jumat.

Baca juga  China Open 2019 hari kedua, tujuh wakil Indonesia siap bersaing

Pengembangan tanaman hortikultura di Ternate selama ini hanya mengandalkan curah hujan dan ini sangat memengaruhi pemenuhan kebutuhan produk tanaman hortikultura untuk kebutuhan pasar setempat saat musim kemarau.

Menurut Thamrin Marsaoly, selain mengupayakan jaringan air dari PDAM, Dinas Pertanian akan memberikan bantuan tempat penampungan air, seperti tandon air kepada para petani yang bisa dimanfaatkan menampung air untuk menyiram tanamannya.

Dinas Pertanian Ternate, menurut Thamrin Marsaoly, sudah menyiapkan program pengembangan pertanian berbasis perkotaan sehingga berbagai kebutuhan terkait dengan pengembangan pertanian khususnya tanaman hortikultura akan diakomodir dalam program itu.

Pengembangan tanaman hortikultura, seperti bawang, cabai dan tomat menjadi prioritas dari Dinas Pertanian Ternate, karena untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat terhadap komoditas itu selama ini harus mendatangkan dari luar daerah, selain itu juga menjadi penyumbang inflasi di Ternate.

Baca juga  Rencana Pemindahan Ibu Kota Harus Didukung Regulasi Otonomi Daerah

Ia menambahkan, pertimbangan lain untuk memprioritaskan pengembangan tanaman hortikultura adalah karena tidak membutuhkan lahan yang terlalu luas dan masa panennya lebih singkat sehingga bisa menjadi sumber pendapatan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bagi para petani.

Kebutuhan produk tanaman hortikultura di Ternate selama ini sekitar 80 persen di antaranya harus didatangkan dari luar daerah, seperti dari sejumlah kabupaten/kota lainnya di Malut serta dari Sulawesi dan Jawa, akibatnya jika keterlambatan pasokan harganya melonjak tinggi.

 

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengimbau pemerintah daerah (Pemda) di Provinsi Nusa Tenggara Barat...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba cepat dan terbuka, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menetapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat. Kebijakan ini merujuk...