Terkini AgrariaBJ Habibie Wafat - Habibie-Gus Dur sama soal reformasi dan demokrasi

BJ Habibie Wafat – Habibie-Gus Dur sama soal reformasi dan demokrasi

Di situ memang terlihat bahwa beliau nyambung, dua-duanya nyambung, apalagi dalam semangat mengusung reformasi, mengusung demokrasi

Jakarta ((Feed)) – Yenny Wahid menyebutkan sosok BJ Habibie memiliki titik temu dengan ayahnya, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), terutama dalam semangat mengusung reformasi dan demokrasi.

“Ya, dari dulu Gus Dur dan Pak Habibie sering sekali bertukar pikiran, berdialog. Di situ memang terlihat bahwa beliau nyambung, dua-duanya nyambung, apalagi dalam semangat mengusung reformasi, mengusung demokrasi,” katanya, di Jakarta, Kamis.

Hal itu disampaikan pemilik nama lengkap Zannuba Ariffah Chafsoh itu usai menghadiri upacara pemakaman Presiden ke-3 RI BJ Habibie di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta.

Kebetulan, Yenny beberapa kali mendampingi mendiang Gus Dur ketika berkunjung ke kediaman Habibie maupun dalam berbagai kesempatan mereka berdua bertemu.

“Beliau juga sama-sama orang yang punya komitmen untuk memberikan kebebasan berpendapat seluas-luasnya di Indonesia, untuk membuka ruang bagi demokrasi di Indonesia,” katanya.

Walaupun, kata dia, mereka berdua juga menjadi korban dari demokrasi, yakni sering kali dikritik dan disalahpahami langkahnya, tetapi tetap ikhlas menjalaninya.

Baca juga  Mantapkan Pelaksanaan SPBE, Diskominfo Provinsi Berkunjung ke Payakumbuh

“Ini adalah ciri dari seorang negarawan. Nah, Pak Habibie sendiri yang membuat saya merasa beliau pantas sekali menjadi inspirasi bagi kita semua,” katanya.

Di mata Yenny, Habibie juga sosok yang totalitas dalam segala hal, termasuk mencintai istrinya, Ainun Habibie dengan penuh totalitas hingga akhir hayatnya.

Tetapi, kata dia, Habibie juga sangat total ketika mencintai profesinya sebagai seorang ilmuwan, dengan banyak sekali penemuan yang diberikan kepada dunia, bukan hanya kepada Indonesia.

“Sampai sekarang teknologi yang ditemukan Pak Habibie dipakai oleh banyak perusahaan pesawat terbang. Beliau tidak merasa, penemuannya harus perlu dipatenkan. Yang paling penting teknologinya bisa membantu umat manusia,” ungkapnya.

Yang ketiga, kata Yenny, Habibie mencintai negara ini dengan sepenuh hati.

Yenny ingat sempat ngobrol panjang lebar dengan Habibie pada Juli lalu, ketika Habibie baru saja keluar dari rumah sakit.

“Kemarin ketika dua hari sebelum Pak Habibie wafat, Alhamdulillah, kami sempat menjenguk beliau di RS dan bagi saya pribadi bersyukur dapat kesempatan untuk mencium beliau, perpisahan untuk terakhir kalinya,” katanya.

Baca juga  Taiwan bidik wisatawan Indonesia dengan wisata halal

Bagi Yenny dan keluarga, sosok Habibie dan keluarga sudah sedemikian dekat sehingga kepergian Habibie juga dirasakan Yenny sekeluarga.

“Kebetulan, kami sangat dekat dengan Mas Ilham sehingga kehilangan ini bukan cuma kehilangan Mas Ilham dan keluarga, Mas Thariq, tetapi juga kehilangan kami,” kata Yenny.

Sementara itu, Shinta Nuriyah Wahid, istri Presiden ke-4 RI, yang juga ibunda Yenny menyebut Habibie sebagai sosok yang sangat tulus.

Shinta juga sempat menjenguk Habibie ketika sakit sebelum sakit yang sekarang ini dan Habibie menyampaikan keinginannya ikut program sahur keliling.

“Pak Habibie justru tertarik dengan kegiatan saya dan mau ikut sahur keliling bersama saya. Saya pulang sampai dibawain sekotak kurma,” kenangnya.

Presiden RI ke-3 BJ Habibie wafat pada usia 83 tahun di Paviliun Kartika RSPAD Gatot Subroto Jakarta Rabu pukul 18.05 WIB.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengimbau pemerintah daerah (Pemda) di Provinsi Nusa Tenggara Barat...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba cepat dan terbuka, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menetapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat. Kebijakan ini merujuk...