Terkini AgrariaPolres Pelabuhan Tanjung Priok ungkap jaringan pembuatan SIO palsu

Polres Pelabuhan Tanjung Priok ungkap jaringan pembuatan SIO palsu

Jakarta ((Feed)) – Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Kota Administrasi Jakarta Utara, mengungkap jaringan pembuat Surat Izin Operator (SIO) palsu, pengungkapan ini berawal dari banyaknya peristiwa kecelakaan kerja terjadi di wilayah tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono yang memimpin gelar kasus di Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Rabu, mengatakan SIO adalah sertifikasi para pekerja yang mengoperasikan alat berat.

“Setiap pekerja yang menggerakkan atau mengoperasikan alat berat memiliki sertifikasi yang dikeluarkan oleh departemen tenaga kerja disebut SIO,” kata Argo.

Dari banyaknya kejadian kecelakaan kerja di wilayah Tanjung Priok, tercatat ada empat kecelakaan kerja yang terjadi tiga kasus meninggal dunia dan satu kasus luka berat.

“Kita melakukan penyelidikan, dari informasi yang ada ternyata kita menemukan adanya prakte diduga membuat SIO,” katanya.

Dari penyelidikan tersebut didapati salah seorang pengguna SIO palsu berinisial BS yang bekerja sebagai operator alat berat.

Baca juga  Jaksa Kejari Surakarta tersangka KPK warga Karanganyar

BS juga bertindak sebagai orang yang menawarkan kepada rekan-rekannya pekerja lainnya untuk mengurus SIO melalui kenalannya dengan modus mudah tanpa perlu ke Departemen Tenaga Kerja.

Setelah dilakukan penyelidikan dari BS didapati dua tersangka lainnya yakni EEL seorang karyan di salah satu perusahaan perhubungan di wilayah Jakarta Utara.

Dari keterangan EEL pembuatan SIO palsu tersebut bersama AR di wilayah Cikarang, Jawa Barat.

AR ditangkap di wilayah Cikarang, Jawa Barat. EEL dan AR sama-sama berperan membuat SIO Palsu.

“EEL bertugas mengisi data, AR yang menyediakan blanko kosong untuk pembuatan sertifikat SIO dan kartu SIO, punya cap basah dan stempel,” katanya.

Para pelaku telah menjalankan aksinya selama enam bulan, tercatat sudah ada 130 SIO yang dikeluarkan dengan biaya Rp500 ribu.

Setiap pelaku mendapat jatah pembagian keuntungan, tersangka BS sebagai pencari nasabah mendapat Rp200 ribu, EEL sebagai tukang ketik mendapat Rp100 ribu dan AR pemilik blanko mendapat Rp200 ribu.

Baca juga  Presiden Jokowi: Bendungan Ciawi dan Sukamahi untuk Atasi Banjir di Jakarta

Perbuatan ketiga tersangka ini telah merugikan diri sendiri dan orang lain. Karena SIO merupakan syarat kompetensi dari pekerja untuk bekerja sesuai keahliannya.

Dengan SIO palsu ini otomatis kompetensi pekerja tersebut diragukan atau tidak kompeten sehingga apabila tidak ahli dalam pekerjaan bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain.

“Sertifikat SIO ini adalah keterampilan yang dipunyai pekerja untuk mengoperasikan alat berat, dia punya risiko baik diri sendiri dan orang lain,” kata Argo.

Atas perbuatan para tersangka dijerat Pasal 263 KUH Pidana dengan ancaman enam tahun penjara.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Pemerintah Finalisasi Rencana Induk Pemulihan Pascabencana Sumatra

Agraria.today | Jakarta – Pemerintah menyiapkan rencana induk Percepatan...

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Perkuat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Wamen Ossy: Targetkan Peta LSD Baru di 17 Provinsi

Agraria.today | Jakarta - Pemerintah berencana memperkuat pelaksanaan pengendalian...

Related Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melaksanakan Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriksaan (TLRHP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)....

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) tengah membahas Klasifikasi Rincian Output (KRO) dan Rincian Output (RO) sebagai dasar...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, melaporkan capaian kinerja dan realisasi anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun...