Terkini AgrariaAlissa Wahid minta aparat tak curigai orang Papua

Alissa Wahid minta aparat tak curigai orang Papua

Meredakan ketegangan tidak harus dengan memaksakan represi tapi bisa dengan berdialog dengan tokoh-tokoh Papua yang bisa mendinginkan suasana

Jakarta ((Feed)) – Koordinator Jaringan Gusdurian Alissa Wahid meminta kepada aparat untuk tidak menggunakan pendekatan curiga atau prasangka kepada orang Papua.

“Lima tahun ini asrama mahasiswa Papua sering didatangu aparat. Mereka langsung dicap sparatis dan sebagainya. Padahal pendekatan yang harus dilakukan adalah pendekatan diskusi,” kata dia saat ditemui di Kantor PB Nahdlatul Ulama, Jakarta, Senin.

Dia mengatakan pendekatan seperti itu akan semakin menambah luka batin masyarakat Papua dan akhirnya akan terus menjadi gejolak.

Gejolak dan kerusuhan yang terjadi di Papua saat ini, menurut Alissa, sebagai akumulasi dari pendekatan penuh curiga dan represif kepada masyarakat Papua

Alissa mengatakan pendekatan dengan cara seperti itu harus dihentikan dan diganti dengan pendekatan yang lebih merangkul.

Baca juga  KPK bantah adanya rapat yang dilakukan sebelum demonstrasi mahasiswa

Selain itu, kata dia, pemerintah harus membuka ruang diskusi dengan masyarakat Papua.

“Meredakan ketegangan tidak harus dengan memaksakan represi tapi bisa dengan berdialog dengan tokoh-tokoh Papua yang bisa mendinginkan suasana,” kata dia.

Dia optimistis bahwa sebagian besar orang Papua masih ingin menjadi orang Indonesia, untuk itu pemerintah harus menghentikan pendekatan represif yang hanya akan semakin menambah luka masyarakat Papua.

Menurut dia, diskriminasi akan terus terjadi kepada masyarakat Papua jika pemerintah pusat belum bisa menuntaskan masalah kesenjangan.

Papua adalah salah satu daerah yang memberikan sumbangan PDB terbesar untuk negara, namun kesejahteraan masyarakatnya belum terjamin.

 

POLRI TETAPKAN AKTOR INTELEKTUAL KERUSUHAN PAPUA

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengimbau pemerintah daerah (Pemda) di Provinsi Nusa Tenggara Barat...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba cepat dan terbuka, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menetapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat. Kebijakan ini merujuk...