Terkini AgrariaSetelah kampung bunga, Lubuk Minturun Sumbar bisa jadi tujuan wisata

Setelah kampung bunga, Lubuk Minturun Sumbar bisa jadi tujuan wisata

Langkah berikutnya adalah menjadikannya sebagai kawasan wisata

Padang, Sumbar ((Feed)) – Kementerian Pertanian menilai kampung bunga di Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumbar, dapat menjadi objek wisata selain pengembangan tanaman hias.

“Setelah Lubuk Minturun ditetapkan sebagai kampung bunga maka langkah berikutnya adalah menjadikannya sebagai kawasan wisata,” kata Direktur Buah dan Florikultura  Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian Liferdi Lukman di Padang, Sumbar, Sabtu pada pembukaan Pekan Daerah Tani 2019.

Menurutnya untuk memperkuatnya, Pemerintah Kota Padang harus membuat regulasi tentang itu.

“Dinas Pariwisata Padang harus menyiapkan konsepnya, termasuk pemangku kepentingan terkait,” kata dia.

Ia menceritakan kampung bunga di Bandung, rumah warganya dijadikan penginapan, yang bisa meraup pendapatan hingga Rp60 juta per bulan.

Oleh sebab itu, ia mengharapkan Lubuk Minturun jangan berhenti sampai di kampung bunga.

Baca juga  Bus rombongan siswa SMA Banyuwangi terguling di Lumajang

Tomohon sebagai kota bunga juga didukung oleh tiga peraturan daerah setempat, Padang juga harus membuat regulasi pendukung, katanya.

Ia menyampaikan di Indonesia baru dua daerah yang memiliki perda tentang pertanian yaitu Tomohon dan Bali.

Liferdi menyarankan pengembangan tanaman hias harus bisa dijadikan sebagai penggerak ekonomi.

Sementara itu, Wali Kota Padang Mahyeldi menyebutkan saat ini terdapat 500 kepala keluarga di Lubuk Minturun yang bergerak di bidang pengembangan tanaman hias.

Menurutnya, sudah saatnya tanaman hias di Padang dikembangkan lebih serius dari sekadar hobi menjadi komoditas yang memiliki nilai ekonomi.

“Di Padang sudah ada omzet pedagang tanaman hias yang mencapai miliaran rupiah per bulan dan mengisi pasar di Sumbar hingga provinsi tetangga, bahkan sebelumnya sudah ada yang diekspor,” katanya.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Pemerintah Finalisasi Rencana Induk Pemulihan Pascabencana Sumatra

Agraria.today | Jakarta – Pemerintah menyiapkan rencana induk Percepatan...

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Perkuat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Wamen Ossy: Targetkan Peta LSD Baru di 17 Provinsi

Agraria.today | Jakarta - Pemerintah berencana memperkuat pelaksanaan pengendalian...

Related Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melaksanakan Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriksaan (TLRHP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)....

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) tengah membahas Klasifikasi Rincian Output (KRO) dan Rincian Output (RO) sebagai dasar...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, melaporkan capaian kinerja dan realisasi anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun...