Terkini AgrariaBarantan lepas ekspor senilai Rp2,2 miliar dari Bandara Soetta

Barantan lepas ekspor senilai Rp2,2 miliar dari Bandara Soetta

Ekspor ini kita jaga, kita tingkatkan 3K-nya. Kualitas, Kuantitas dan Kontuinitasnya. Ini membuktikan produk pertanian Indonesia makin diakui dan diterima di luar negeri

Jakarta ((Feed)) – Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementerian Pertanian melepas ekspor sejumlah komoditas pertanian senilai Rp2,2 miliar melalui Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Jumat.

Kepala Barantan, Ali Jamil di Jakarta, menyatakan, beberapa produk pertanian yang diekspor tersebut seperti buah mangga sebanyak 1,6 ton tujuan Singapura dan Oman, berbagai bibit tanaman hias sebanyak 141,3 ribu batang ke Belanda.

Juga komoditas asal hewan berupa Sarang Burung Walet (SBW) sebanyak 51,5 kg, telur Hatching Eggs (HE ) sejumlah 60,5 ribu butir serta ular jali sebanyak 1.000 ekor.

“Total nilai ekonomi ekspor produk pertanian yang diekspor kali ini adalah Rp2,2 miliar,” katanya.

Pada kesempatan itu Kabarantan juga melakukan inspeksi pemuatan produk pertanian ekspor di Terminal Kargo Garuda, Bandara Soekarno Hatta.

Baca juga  KPK sita dokumen proyek dan mobil terkait kasus Wali Kota Medan

Menurut Asisten Manager PT Gapura Angkasa Sigit Budi, pengiriman berbagai jenis sayuran seminggu 5 kali, sedangkan buah-buahan 3 hingga 4 kali seminggu ke Singapura.

Sementara itu Jamil menambahkan, pasar produk pertanian khususnya hortikultura berupa sayuran dan buah-buahan terbuka luas di Singapura. Jenis yang kerap dikirim adalah selada air, jamur, buncis, lobak, bit, labu siam, waluh lokal, dan kentang.

Tidak hanya sayuran asal Provinsi Jawa Barat tapi juga asal Kepulauan Riau, Jawa Tengah, Sumatera Utara dan lainnya.

Menurut dia, pengiriman produk hortikultura ini dapat melalui dua metoda, yakni melalui Bandar Udara Soekarna Hatta dan Pelabuhan Laut Tanjung Priok.

“Penggunaan dua metode pengiriman barang tersebut disesuaikan dengan tingkat ketahanan masing-masing komoditas yang diekspor,” katanya.

Ekspor sayuran tersebut, lanjutnya, membuktikan komitmen pemerintah meningkatkan produksi dan kualitas komoditas sayuran, tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, namun sanggup mengisi pasar luar negeri.

Baca juga  Menteri PANRB: Identitas Digital Makin Mudahkan Masyarakat Urus Keperluan di Mall Pelayanan Publik

“Ekspor ini kita jaga, kita tingkatkan 3K-nya. Kualitas, Kuantitas dan Kontuinitasnya. Ini membuktikan produk pertanian Indonesia makin diakui dan diterima di luar negeri,” katanya.

Ia menegaskan bahwa Badan Karantina Pertanian melakukan pendampingan baik di tingkat petani maupun rumah kemas agar mampu memenuhi standar dan bebas hama penyakit sesuai syarat dari negara tujuan.

Sedangkan di bidang perbenihan dan budidaya, pihaknya bersama direktorat teknis lain di lingkup Kementerian Pertanian dan dinas terkait daerah juga turut berperan aktif.

 

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengimbau pemerintah daerah (Pemda) di Provinsi Nusa Tenggara Barat...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba cepat dan terbuka, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menetapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat. Kebijakan ini merujuk...