Terkini AgrariaManfaatkan data raksasa efisienkan biaya kesehatan, sebut IDI

Manfaatkan data raksasa efisienkan biaya kesehatan, sebut IDI

pemanfaatan data raksasa ditujukan untuk mengumpulkan satu komunitas masyarakat yang dibagi dalam kelompok Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dengan seluruh data mengenai kesehatannya

Jakarta ((Feed)) – Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mendorong pemerintah menggunakan pemanfaatan data raksasa untuk mengefisienkan biaya pelayanan kesehatan dengan memberdayakan teknologi.

Ketua Bidang Advokasi Lembaga Legislatif PB IDI dr Mariya Mubarika mengatakan di Jakarta, Jumat, pemanfaatan data raksasa ditujukan untuk mengumpulkan satu komunitas masyarakat yang dibagi dalam kelompok Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dengan seluruh data mengenai kesehatannya.

“Jadi dalam satu aplikasi melingkupi FKTP, berisi riwayat kesehatan masyarakat, risiko kesehatan, pola hidup, partisipasi aktif masyarakat,” katanya.

Ia mengemukakan bahwa pemanfaatan data raksasa di bidang pelayanan kesehatan sudah dilakukan di seluruh dunia khususnya di negara-negara maju. Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga menganjurkan pada negara-negara berkembang turut memanfaatkan teknologi data raksasa.

Baca juga  Mendagri, Mensos dan Menkeu Terbitkan SKB untuk Percepat Pemutakhiran DTKS

Dengan pemanfaatan data raksasa, kata dia, kesehatan masyarakat bisa lebih terpantau sebagai program pencegahan dan pengobatan bagi yang sakit menjadi lebih efisien.

Saat ini BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara program Jaminan Kesehatan Nasional telah memiliki 223 juta peserta atau hampir 85 persen dari total seluruh penduduk Indonesia.

Dari seluruh peserta JKN tersebut, BPJS Kesehatan telah mengantongi seluruh data penduduk secara umum, dan riwayat kesehatan peserta yang pernah melakukan kunjungan ke fasilitas kesehatan.

Mariya Mubarika meyakini pemanfaatan data raksasa di bidang pelayanan kesehatan bisa menekan biaya program JKN dengan pengobatan yang lebih efisien dan menghindari defisit.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengimbau pemerintah daerah (Pemda) di Provinsi Nusa Tenggara Barat...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba cepat dan terbuka, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menetapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat. Kebijakan ini merujuk...