Terkini AgrariaRI diharapkan manfaatkan Aliansi Pasifik dorong tumbuhnya ekonomi

RI diharapkan manfaatkan Aliansi Pasifik dorong tumbuhnya ekonomi

Jakarta ((Feed)) – Indonesia diharapkan memanfaatkan Aliansi Pasifik untuk meningkatkan diplomasi ekonomi guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan.

Harapan itu mengemuka dalam Seminar Internasional Strategi Peningkatan Diplomasi Ekonomi Indonesia dengan Aliansi Pasifik di aula Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali, Kamis.

Siaran pers Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan, Kementerian Luar Negeri selaku penyelenggara seminar itu menyebutkan seminar menghadirkan para Duta Besar negara-negara anggota Aliansi Pasifik yaitu Chile, Kolombia, Meksiko, dan Peru.

Seminar juga menghadirkan pembicara dari perwakilan pengusaha Jawa Timur dan Ketua Kamar Dagang dan Industri Bali.

Aliansi Pasifik merupakan aliansi sejumlah negara di Pasifik yaitu Chile, Kolombia, Meksiko dan Peru. Saat ini ada negara-negara calon “associate member” yaitu Australia, Kanada, Selandia Baru dan Singapura. Sementara Indonesia merupakan observer.

Seminar dihadiri oleh 90 orang peserta yang sebagian besar adalah mahasiswa STP Nusa Dua Bali. Seminar internasional dimaksud dibuka oleh Pelaksana Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Bali, Dr Ni Made Eka Mahadewi.

Baca juga  Upaya Jalankan Reforma Agraria yang Pro Rakyat, Menteri Nusron: Kami Belum Teken Satu pun Perpanjangan HGU

Pada kesempatan dimaksud Duta Besar Chile untuk Indonesia, Gustavo Ayares, didaulat untuk menyampaikan pembicara kunci yang diikuti dengan kata sambutan dari Mantan Duta Besar RI untuk Meksiko, Yusra Khan.

Keenam pembicara pada Seminar Internasional dimaksud diantaranya membahas hambatan, resiko dan peluang serta potensi untuk memanfaatkan Aliansi Pasifik secara optimal melalui dengan strategi diplomasi ekonomi yang tepat.

Indonesia yang saat ini telah menjadi negara observer dalam Aliansi Pasifik diharapkan dapat meningkatkan strategi diplomasi ekonomi untuk dapat menjadi associate member di Aliansi Pasifik.

Hal itu dilakukan dengan sharing pengalaman dan best practices dari negara anggota untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan dengan cara meningkatkan arus pergerakan bebas di sektor barang dan jasa, sumber daya alam dan sumber daya manusia baik di dalam maupun antar kawasan yang bersinergi dan berkelanjutan.

Baca juga  IDI Tekankan Dokter Terus Pantau Kesehatan Warga yang Isolasi Mandiri

Seminar Internasional yang dipandu oleh Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Amerika dan Eropa, Dr Ben Perkasa Drajat, diakhiri dengan sesi tanya jawab.

Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan antara lain seputar portfolio investasi Aliansi Pasifik di berbagai sektor termasuk sektor perdagangan, investasi dan pariwisata, begitu juga tantangan dan capaian yang telah dihasilkan blok ekonomi dan lesson-learned untuk Indonesia.

Aliansi Pasifik saat ini berada di peringkat ke-7 ekonomi dunia dan diperkirakan pada tahun 2020 akan menempati posisi ke-5, dengan populasi sebesar 217 juta orang, GDP per kapitanya mencapai lebih dari 17.500 dolar AS.

Para negara anggota Aliansi Pasifik juga terbuka untuk upaya joint ventures, investasi, entrepreneurship dan inovasi di berbagai bidang.

 

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengimbau pemerintah daerah (Pemda) di Provinsi Nusa Tenggara Barat...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba cepat dan terbuka, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menetapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat. Kebijakan ini merujuk...