Terkini AgrariaBuntut ancaman moratorium laut Maluku, Tim KKP temui Gubernur

Buntut ancaman moratorium laut Maluku, Tim KKP temui Gubernur

Ambon ((Feed)) – Ancaman moratorium laut Maluku yang diserukan Gubernur Maluku Murad Ismail membuat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti “gerah” dan akhirnya mengutus Sekjen KKP Nilanto Poerbowo untuk bertemu langsung dengan Gubernur Murad Ismail, Kamis (5/9). 

Ketua Satgas 115 illegal fishing KKP, Junus Husein mengatakan, pernyataan Gubernur Murad untuk melakukan moratorium laut Maluku itu merupakan semangat untuk memajukan provinsi ini.

“Kami menilai apa yang disampaikan Gubernur Murad untuk memajukan Maluku, jadi itu bagus,” ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Murad meminta dukungan semua komponen bangsa di Maluku untuk melakukan moratorium laut Maluku karena yang diperlakukan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti ternyata merugikan Maluku.

Dia merujuk ikan tuna di laut Banda, kabupaten Maluku Tengah ternyata dengan pengoperasian sistem navigasi berbasis satelit (Global Position System/GPS) oleh pengusaha, maka ikan tersebut berpindah ke laut Jawa, selanjutnya ditangkap untuk tujuan ekspor yang berlabel Surabaya, Jawa Timur.

Baca juga  Bank Tanah Wujudkan Pengelolaan Tanah yang Modern di Masa Depan

Begitu pula, Menteri Susi ternyata mengizinkan 1.600 armada penangkap ikan di laut Arafura, kabupaten Kepulauan Aru dengan produksi 4.100 kontainer setiap bulan.

“Kami (Maluku) rugi dengan pemberlakukan moratorium yang diterapkan Menteri Susi, padahal ada praktek lain di laut Arafura,” ujar Gubernur.

Apalagi, praktek tersebut tidak memberikan kontribusi bagi pendapatan asli daerah (PAD) Maluku, termasuk pengujian mutu ikan tidak lagi diterbitkan di Ambon, tetapi saat ini diputuskan di Sorong, Papua Barat.

“Tragisnya dari 1.600 unit kapal penangkap ikan yang diizinkan Menteri Susi beroperasi di laut Arafura, ternyata tidak satu pun anak buah kapal (ABK) berasal dari Maluku,” tandas Gubernur.

 

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengimbau pemerintah daerah (Pemda) di Provinsi Nusa Tenggara Barat...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba cepat dan terbuka, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menetapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat. Kebijakan ini merujuk...