Terkini AgrariaPemerintah Gencar Tingkatkan Kompetensi SDM Industri Animasi dan Garmen

Pemerintah Gencar Tingkatkan Kompetensi SDM Industri Animasi dan Garmen

Jakarta, Kominfo – Pemerintah melaluiĀ Kementerian Perindustrian akan semakin giat menciptakan sumber daya manusia (SDM) industri yang kompeten dalam upaya mendukung era ekonomi digital dan penerapan industri 4.0. Salah satu langkah strategisnya yang telah dijalankan secara kontinyu adalah menggelar Diklat 3 in 1 (pelatihan, sertifikasi, dan penempatan kerja) untuk mencetak SDM industri animasi.

ā€œIndustri animasi merupakan salah satu sektor industri kreatif yang cukup potensial untuk tumbuh dan berkembang di masa mendatang. Sektor ini juga kami yakini bisa memberikan kontribusi yang signfikan terhadap perekonomian nasional,ā€ kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Eko S.A Cahyanto di Jakarta, Sabtu (31/08/2019).

Sepanjang tahun 2018, industri kreatif mampu menyumbang cukup besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dengan mencapai Rp1.000 triliun. Adapun tiga subsektor yang menjadi penopang utamanya, yakni industri kuliner sebesar 41,69 persen, disusul industri fesyen (18,15 persen), dan industri kriya (15,70 persen). Bahkan, industri animasi pertumbuhannya kian melesat di atas 6 persen.

Oleh karena itu, menurut Eko, pihaknya melalui Balai Diklat Industri (BDI) Denpasar melaksanakan Diklat 3 in 1 Pembuatan Aset Animasi 3 Dimensi angkatan XIII dan Pembuatan Gerak Animasi 3 Dimensi angkatan XXII-2019 di Bali Creative Industry Center (BCIC), Denpasar, Bali. Kegiatan ini akan berlangsung selama 30 hari ke depan, yang telah dibuka secara resmi oleh Kepala BPSDMI pada Rabu (28/8) lalu.

Baca juga  Kembangkan Ekosistem Digital untuk Mitigasi Risiko Disrupsi

ā€œPeserta kali ini diikuti sebanyak 48 orang dari berbagai daerah, seperti dari Aceh, Lampung, Banten, Sumatera Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, sampai Jogja,ā€ sebutnya. Selama program pelatihan ini, para peserta tidak dipungut biaya.

ā€œMereka datang ke sini difasilitasi oleh Kemenperin, mulai dari transportasinya, akomodasinya, dan konsumsinya. Kami berharap, setelah lulus nanti, mereka menjadi SDM unggul untuk mewujudkan visi Indonesia maju. Artinya, mereka siap kerja, yang dibuktikan dengan sertifikasi. Kami juga dukung apabila ada yang ingin menjadiĀ entrepreneur, karena bisa menyerap tenaga kerja baru,ā€ paparnya.

Menurut Eko, para peserta bakal dididik dan dilatih oleh instruktur yang merupakan praktisi industri, serta akan diuji kompetensinya di akhir pelatihan oleh para asesor dari LSP BDI Denpasar. ā€œPada akhir program, para peserta ini diharapkan siap ditempatkan langsung pada perusahaan-perusahaan animasi nasional. Untuk angkatan XIII, kami fasilitasi kerja sama dengan PT Castle Production, sedangkan untuk angkatan XXII bekerjasama dengan PT Jitu Kreasi Utama,ā€ ungkapnya.

Tahun 2019 ini, BDI Denpasar menargetkan mampu menghasilkan lulusan Diklat 3 in 1 hingga 2.000 orang. Berbagai program pelatihan telah dilaksanakan dari awal Januari dan berakhir bulan Desember, yang meliputi pelatihan di bidang animasi, programing dan desain grafis.

Tidak hanya Diklat 3 in 1 industri animasi, pembinaan SDM industri kreatif yang dilakukan BDI Denpasar juga mencakup program kewirausahaaan melalui Inkubator Bisnis Tohpati dan bengkel kerajinan BIKIN Makerspace.

Baca juga  Minta Fasilitas Publik Diperbaiki, Presiden Ingin Masyarakat di Papua Dilindungi

Di lokasi terpisah, Kepala BPSDMI juga sempat membuka Diklat 3 in 1 Operator Mesin Industri Garmen Berbasis Kompetensi sebanyak 295 peserta di BDI Jakarta pada Jumat (30/8). Mereka yang merupakan angkatan 22-24 Tahun 2019 ini berasal dari beberapa Kabupaten/Kota di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Kalimantan Barat.

Eko optimistis, hasil dari Diklat 3 in 1 tersebut, akan mendorong kinerja industri tekstil dan produk tekstil (TPT) di Tanah Air semakin gemilang. Apalagi, berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0, industri TPT merupakan satu dari lima sektor yang mendapatkan prioritas pengembangan dalam kesiapan memasuki era industri 4.0.

ā€œKami melihat industri TPT kita semakin tumbuh dan berkembang. Hal ini membawa dampak positif pada kontribusi yang besar terhadap perekonomian nasional,ā€ ujarnya. Industri TPT nasional dinilai juga kian kompetitif di kancah global karena struktur manufakturnya sudah terintegrasi dari hulu sampai hilir.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada kuartal II tahun 2019, industri tekstil dan pakaian jadi sebagai sektor manufaktur yang tumbuh paling tinggi mencapai 20,71%. Di samping itu, industri TPT nasional terus memberikan kontribusi signfikan terhadap nilai ekspor nasional, yang terlihat pada tahun 2018 mencatatkan sebesar USD13,27 miliar.

Artikel ini dikutip dari Kementerian Kominfo

Latest Articles

Mau Ikut PTSL? Ketahui Biaya Persiapannya yang Berlaku di Masing-Masing Wilayah

Agraria.today | Jakarta - Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap...

Lebih dari 1.000 Hektare Sawah Terdampak Bencana Pulih, Ketahanan Pangan Makin Terjamin

Agraria.today - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi...

Buka Forum Bakohumas 2026, Sekjen ATR/BPN Tekankan Penyamaan Persepsi dalam Implementasi Sertipikat Elektronik

Agraria.today | Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agraria...

Pastikan Data Sertipikat Tanah Sesuai, Ini Cara Mudah Pengecekannya

Agraria.today | Jakarta - Masyarakat kini bisa memastikan kesesuaian...

Siapkan Ketersediaan SDM yang Berintegritas, Sekjen ATR/BPN Minta Dukungan Komisi II DPR RI dalam Transformasi STPN

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Mendagri Tegaskan Pemerintah Siap Perkuat Pengawasan dan Optimalisasi Dana Otsus

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad...

Related Articles

Mau Ikut PTSL? Ketahui Biaya Persiapannya yang Berlaku di Masing-Masing Wilayah

Agraria.today | Jakarta - Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang mulai berjalan sejak 2017, telah berhasil mendaftarkan tanah secara masif. Dari total bidang...

Buka Forum Bakohumas 2026, Sekjen ATR/BPN Tekankan Penyamaan Persepsi dalam Implementasi Sertipikat Elektronik

Agraria.today | Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Dalu Agung Darmawan, secara resmi membuka Forum Badan Komunikasi...

Pastikan Data Sertipikat Tanah Sesuai, Ini Cara Mudah Pengecekannya

Agraria.today | Jakarta - Masyarakat kini bisa memastikan kesesuaian data sertipikat tanah secara lebih mudah tanpa harus datang ke Kantor Pertanahan. Melalui layanan digital...