Terkini AgrariaAktivitas Pasar Youtefa Papua sepi

Aktivitas Pasar Youtefa Papua sepi

Ini juga mau jualan tapi takut ada demo lagi,

Jayapura ((Feed)) – Aktivitas jual beli di Pasar Induk Regional Youtefa, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua sepi karena tidak ada pembeli ataupun pasokan hasil bumi dari sentra produksi seperti Koya dan Arso, Kabupaten Keerom.

Pantauan di lapangan, Jumat siang, pasar terbesar di tanah Papua itu sepi dari pembeli ataupun penjual.

Terminal angkutan kota dan pedesaan yang masih dalam kompleks pasar juga sepi dari warga dan kendaraan roda empat.

Di gapura pintu masuk Pasar Youtefa yang biasa diakses dari Jalan Baru, juga tidak nampak para penjual buah pinang yang biasanya ramai menjajakannya diatas motor.

Begitu juga, angkutan pedesaan yang biasanya parkir di luar pasar setelah pagi dini hari membawa hasil bumi dari Koya dan Arso, tidak nampak antriannya.

Baca juga  Pemko Payakumbuh Bina Pengusaha Randang Lewat Koperasi

Sementara di lapak-lapak, seperti lapak pakaian bekas, lapak ikan segar, lapak sayur dan lapak kelontong juga nampak sepi, hanya terlihat satu atau dua orang penjual yang mencoba peruntungan untuk berjualan, sehari pascademo anarkis.

“Ini juga mau jualan tapi takut ada demo lagi,” kata Mama Ria, penjual kelontong.

Senada itu, Amir penjual ikan segar mengaku memilih tidak berjualan karena pembeli tidak ada.

“Bagaimana mau jualan kalau pembelinya tidak ada,” katanya sambil berlalu.

Sejak, Kamis pagi hingga Jumat siang, aktivitas di pasar yang biasanya langganan banjir dimusim hujan itu sepi pembeli, bahkan hari ini nampak lumpuh dari aktivitas.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengimbau pemerintah daerah (Pemda) di Provinsi Nusa Tenggara Barat...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba cepat dan terbuka, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menetapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat. Kebijakan ini merujuk...