Terkini AgrariaJaga hutan adat untuk keberkahan ibu kota baru

Jaga hutan adat untuk keberkahan ibu kota baru

Balikpapan ((Feed)) – Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas’ud mengatakan pengembangan dan pembangunan ibu kota baru di wilayahnya akan tetap melestarikan dan menjaga hutan-hutan adat untuk keberkahan bersama.

“Kita tahu di Penajam Paser Utara itu punya hutan cukup luas. Kemudian, Alhamdulillah di sana juga bukan Tahura, tapi HTI dan banyak lahan sawit. Di sana kami tetap melestarikan hutan-hutan adat. Kita jaga karena kita tahu hutan di Kalimantan Timur maupun di Kalimantan membawa keberkahan,” kata Gafur menjelaskan soal Taman Hutan Raya dan Hutan Tanaman Industri kepada (Feed) di Balikpapan, Rabu malam.

Bahkan sejumlah penyakit yang dinyatakan tidak bisa diobati ternyata akar-akar pohon yang tumbuh di Kalimantan Timur dapat menyembuhkannya.

Gafur mengatakan pemerintah pusat menginginkan adanya lahan untuk lokasi ibu kota negara yang baru menggantikan Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, dan pemerintah kabupaten menyanggupi demikian. “Karena kabupaten ini kebetulan luasnya hampir sama seperti yang diinginkan,” kata Gafur.

Baca juga  Payakumbuh Bakal Gelar Festival Seni Dan Budaya Akhir Maret

“Kita tahu Penajam Paser Utara memiliki empat kecamatan yakni Penajam, Waru, Babulu dan Sepaku. Penggambaran dari Bappenas bahwa yang ingin dibangun Presiden dengan tim kajian khususnya di Bappenas adalah membangun ibu kota pemerintahan yang smart, green and beautiful dapat terpenuhi dari kecamatan-kecamatan yang ada,” katanya.

 

Pembangunan Ibu Kota baru akan dilakukan dalam 3 tahap

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro sebelumnya mengatakan konsep rencana utama ibu kota baru adalah intellegent city dan city in the garden. Dan diperuntukkan untuk semua kalangan atau city for all.

Sementara untuk memastikan kelestarian hutan di calon ibu kota baru maka konsep forest city diusung dengan mematok Ruang Terbuka Hijau (RTH) minimal 50 persen dari total area sekitar 180.000 ha yang direncanakan.

Baca juga  Kunker ke Papua, Presiden Akan Resmikan Monumen Kapsul Waktu

Bambang mengatakan ibu kota baru akan memanfaatkan energi terbarukan dari energi surya, gas dan sebagainya untuk memasok listrik dan kebutuhan gas rumah tangga, power grid, serta lampu jalan dan bangunan. Untuk efisiensi energi diperlukan Green Building Design melalui penerapan Circular Water Management System, Efficient Lighting System, dan District Cooling System.*

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Upaya Berkelanjutan Satgas PRR Sukses Normalisasi Puluhan Sungai dan Muara Terdampak Bencana

Agraria.today - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi...

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Related Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengimbau pemerintah daerah (Pemda) di Provinsi Nusa Tenggara Barat...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba cepat dan terbuka, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menetapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat. Kebijakan ini merujuk...