Terkini AgrariaHarga Cabai Mulai Menurun, Kementan Sudah Ancang-Ancang Persiapan untuk Natal dan Tahun...

Harga Cabai Mulai Menurun, Kementan Sudah Ancang-Ancang Persiapan untuk Natal dan Tahun Baru

Sesuai perkiraan dan pemetaan yang dilakukan Kementerian Pertanian, harga cabai yang dalam beberapa pekan lalu menguat, saat ini sudah mulai menurun. Hal tersebut tak lepas dari makin meningkatnya pasokan cabai ke pasar. Trend produksi cabai diyakini semakin meningkat dalam beberapa pekan mendatang, seiring masuknya musim panen raya di sentra-sentra utama.

Plt Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Sukarman saat dihubungi di Jakarta, Minggu (24/8) memastikan produksi cabai terutama cabai rawit sangat mencukupi bahkan meningkat dalam beberapa pekan ke depan. Trend kenaikan pasokan diperkirakan akan terus berlangsung hingga memasuki Natal dan Tahun Baru nanti. “Wilayah Jawa Timur Produksi cabai rawit mencukupi bahkan berlebih sampai akhir tahun nanti. Kabupaten sentra besar kita mulai panen akhir bulan ini. Produksi bulan Agustus di Jawa Timur diperkirakan 18.233 ton dan akan terus naik setiap bulannya sampai November mendatang. Perkiraan produksi bulan September 21.791 ton, Oktober 26.638 ton, dan November 30.111 ton,” ujar Sukarman.

Baca juga  Kementerian ATR/BPN Berhasil Keluarkan Sertipikat Tanah Eks Eigendom Seluas 44 Hektare

“Persiapan untuk memenuhi kebutuhan Natal dan Tahun Baru sudah kita petakan dari sekarang. Berdasarkan data yang kami miliki, pasokan cabai saat natal dan tahun baru nanti aman, tak perlu kuatir,” ujar Sukarman.

Ketua Paguyuban Petani Cabai, Suyono saat dihubungi di kediamannya di Kediri mengungkapkan bahwa pasokan cabai yang masuk ke Pasar Pare saat ini sudah berangsur meningkat. “Pengiriman ke Pasar Induk Kramat Jati, Pasar Induk Cibitung, dan Pasar Induk Tanah Tinggi rata-rata 7-8 truk/hari dengan kapasitas 4,5 ton per truknya,” ungkap Suyono.

Menurut Suyono, cabai yg masuk ke Pasar Induk Pare selain untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal Kediri dan sekitarnya juga untuk memasok industri melalui Glower. Cabai asal Kediri didistribusikan untuk pemenuhan pasar lokal Jawa Timur, seperti Porong Sidoarjo, Surabaya, Osowilangun Gresik, Babar, Krian, Mojokerto, Caruban, Madiun, Ponorgo dan Magetan. Pemasaran cabai Kediri juga menjangkau pasar lokal Jawa Tengah seperti Kroya, Sragen dan Solo bahkan sampai ke Kalimantan Timur, Bali, Sumatera dengan tonase sesuai permintaan.

Baca juga  Kementan Kembangkan Kawasan Bawang Merah di Kawasan Timur Indonesia

“Prediksi bulan depan pasokan akan semakin bertambah mengingat Kediri, Blitar, Malang, Lumajang, Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Probolinggo, dan Bojonegoro akan memasuki panen raya September-Desember,” kata Suyono optimis.

Senada, Ketua AACI di Banyuwangi, Nanang, memastikan pasokan cabai sudah berangsur meningkat. “Masyarakat gak usah khawatir untuk harga cabe. Sekarang ini di Banyuwangi tiap hari ada panenan 100 ton Cabe TW ditambah dari Jember sebanyak 200 ton, sehingga harga cabe TW bisa mencapai 10 ribu per kg. Demikian juga untuk cabe rawit mulai banyak panen walau baru mampu 50 ton per hari, namun trend nya terus meningkat mulai awal September nanti, ” terang Nanang.

Latest Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Pemerintah Finalisasi Rencana Induk Pemulihan Pascabencana Sumatra

Agraria.today | Jakarta – Pemerintah menyiapkan rencana induk Percepatan...

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Perkuat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Wamen Ossy: Targetkan Peta LSD Baru di 17 Provinsi

Agraria.today | Jakarta - Pemerintah berencana memperkuat pelaksanaan pengendalian...

Related Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melaksanakan Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriksaan (TLRHP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)....

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) tengah membahas Klasifikasi Rincian Output (KRO) dan Rincian Output (RO) sebagai dasar...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, melaporkan capaian kinerja dan realisasi anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun...