Terkini AgrariaMenteri PPPA : kampanye stop KDRT di Kepulauan Tanimbar

Menteri PPPA : kampanye stop KDRT di Kepulauan Tanimbar

Ambon ((Feed)) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Susana Yembise semakin menggencarkan gerakan bersama Stop Kekerasan Dalam Rumah Tangga (Geber Stop KDRT) di kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT).

Menteri Yohana yang baru tiba di kabupaten tersebut beserta istri Gubernur Maluku, Widya Pratiwi dan istri Wakil Gubernur Maluku Beatrix Orno, memulai kampanye tiga harinya dengan mengunjungi Desa Olilit, kecamatan Tanimbar Selatan, dan KKT.

Menteri yang juga didamping Bupati KKT Ptrus Fatlolon bersama istrinya Joice Fatlolon menegaskan, dibutuhkan kesadaran dan tangung jawab semua komponen masyarakat untuk menghentikan kekerasan terhadap kaum perempuan dan anak di tanah air.

“KDRT dan kekerasan terhadap anak merupakan tanggungjawab semua komponen masyarakat. Butuh kesadaran untuk menghentikan dan melindungi kaum perempuan dan anak-anak,” katanya.

Menurutnya, kasus KDRT bisa menimpa rumah tangga siapa saja karena masyarakat Indonesia masih menganggap KDRT merupakan urusan pribadi rumah tangga, sehingga merasa tidak perlu melapor kepada yang berwajib.

Yohana mengatakan, korban KDRT biasanya enggan melaporkan kekerasan yang dialami karena malu, merasa tabu dan lain-lain, padahal masalah tersebut telah diatur dalam Undang-Undang No.23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

Baca juga  Percepat Realisasi Anggaran, Pemda Diminta Tingkatkan Inovasi dan Kreativitas

“Kasus KDRT yang dulu dianggap persoalan pribadi. Tetapi kini menjadi urusan publik yang nyata,” tegasnya.

Menurutnya, sudah saatnya pemerintah, tokoh masyarakat, pemuka agama serta semua komponen masyarakat ikut bersama-sama mewujudkan pemberdayaan dan perlindungan perempuan anak.

Menurut Yohana, ada empat jenis KDRT yaitu kekerasan fisik, kekerasan psikis, kekerasan seksual dan penelantaran.

Anak-anak yang tumbuh dan berkembang dalam keluarga yang mengalami KDRT akan cenderung meniru ketika mereka dewasa dan berumah tangga.

Gerakan bersama stop KDRT dan kekerasan terhadap anak, tandasnya, saat ini sudah menjadi kampanye secara global agar kaum pria berkewajiban melindungi perempuan, termasuk memberikan kesempatan yang sebesar-besarnya untuk berkarya di berbagai bidang.

Menurut Menteri Yohana, Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo menargetkan, Indonesia bebas kekerasan terhadap perempuan dan anak pada tahun 2030.

“Mari kita dukung gerakan bersama ini menjadi gerakan moral untuk menghentikan kekerasan terhadap perempuan dan anak, sehingga tahun 2030 Indonesia menjadi negara yang bersih dari kekerasan terhadap perempuan dan anak,” katanya.

Baca juga  Mobil listrik Tesla Model 3 cuma Rp400-an juta di Korsel

Selama berada di Kepulauan Tanimbar hingga 30 Agustus mendatang, Menteri Yohana dijadwalkan mengunjungi SMP Negeri I Tanimbar Selatan untuk menandatangani Prasasti Ramah Anak dan memberikan sosialisasi kepada para tokoh agama maupun masyarakat tentang KDRT pada Rabu (28/)

Menteri juga akan mencanangkan kabupaten/kota layak anak, mengunjungi rumah ramah anak, kerajinan tenun Tanimbar di Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) KKT serta penyerahan secara simbolis Kartu Identitas Anak (KIA), Akte Kelahiran dan bantuan SCR dari BNI.

Sedangkan pada Kamis (29/8) Menteri Yohana bersama, istri Gubernur Maluku Widya Pratiwi dan istri Wagub Beatrix Orno akan mengunjungi Pulau Matakus di kecamatan Tanimbar Selatan, menggunakan perahu cepat selama 30 menit untuk bertemu para perajin tenun Tanimbar serta organisasi perempuan se-kabupaten kepulauan Tanimbar.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Upaya Berkelanjutan Satgas PRR Sukses Normalisasi Puluhan Sungai dan Muara Terdampak Bencana

Agraria.today - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi...

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Related Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengimbau pemerintah daerah (Pemda) di Provinsi Nusa Tenggara Barat...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba cepat dan terbuka, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menetapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat. Kebijakan ini merujuk...