Terkini AgrariaAnggota DPRD NTB terima total Rp1 miliar diakhir jabatan

Anggota DPRD NTB terima total Rp1 miliar diakhir jabatan

Mataram ((Feed)) – Sebanyak 65 anggota DPRD Nusa Tenggara Barat akan menerima uang pensiun di akhir masa jabatan sebagai wakil rakyat yang totalnya hampir mencapai Rp1 miliar.

Sekretaris DPRD NTB, H. Mahdi di Mataram, Senin, membenarkan rencana pemberian uang pensiun tersebut.

Hanya saja kata Mahdi, sebutannya bukan uang pensiun melainkan uang jasa pengabdian yang akan diberikan kepada seluruh anggota dewan baik yang terpilih maupun tidak terpilih kembali sebagai anggota DPRD.

“Sebutannya bukan uang pensiun, tapi uang jasa pengabdian selama menjadi anggota DPRD,” ujarnya.

Ia menjelaskan, masing-masing anggota DPRD NTB akan menerima uang jasa pengabdian tersebut dikisaran yang berbeda-beda. Tergantung masa jabatan masing-masing wakil rakyat.

“Perorang itu dihitung Rp2,5 juta pertahun. Kalau masa pengabdiannya sampai lima tahun akan menerima Rp15 juta. Bagi yang masa jabatan 2,5 tahun seperti anggota dewan pergantian antar waktu (PAW) diberikan sesuai masa jabatannya, tidak semua mesti sama angkanya,” terang Mahdi.

Mahdi menyebutkan, dari total 65 kursi anggota DPRD NTB, sebanyak 20 orang terpilih kembali menjadi anggota dewan. Sedangkan, yang tidak terpilih sebanyak 45 orang.

Baca juga  Presiden Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Massal dan Resmikan KRL Yogyakarta-Solo

“Jadi semua dapat baik anggota dewan yang tidak terpilih maupun yang terpilih kembali hasil Pemilu 2019. Kalau untuk anggota DPRD yang mengundurkan diri sebelum berakhir jabatan tidak memperoleh dana tersebut. Karena sudah ada penggantinya dari mereka yang PAW,” jelas Mahdi.

Menurut Mahdi, pemberian uang jasa pengabdian tersebut baru kali ini dianggarkan pada anggota DPRD NTB periode 2014-2019. Sementara, anggota DPRD NTB pada periode 2009-2014 tidak mendapat alokasi anggaran seperti itu.

“Kalau yang dulu tidak ada dapat, ini yang untuk sekarang,” ucapnya.

“Tapi besarannya itu tergantung lagi masa pengabdian. Tidak semua sama dapat sama-sama dapat Rp15 juta,” tambah Mahdi.

Meski demikian, berapa total anggaran yang dialokasikan untuk pemberian dana masa pengabdian tersebut. Mahdi tidak membeberkannya karena dengan alasan tidak mengingatnya.

“Kalau berapa totalnya saya tidak ingat. Yang jelas sudah ada di rencana kerja anggaran (RKA). Tapi besarannya itu dihitung dari masa jabatan,” tegasnya lagi.

Baca juga  Jolie dan Pfeiffer adu kekuatan di sekuel "Maleficent"

Lebih lanjut, Mahdi menyatakan untuk pelantikan dan pengambilan sumpah anggota DPRD NTB terpilih, akan dilaksanakan pada 2 September 2019. Di mana nanti setiap anggota terpilih akan mendapatkan pin mas 22 karat dengan berat 6 gram.

“Semua dapat pin. Tapi berapa total anggaran pin secara keseluruhannya saya tidak hafal,” katanya.

Diketahui, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) NTB telah menetapkan 65 anggota DPRD NTB periode 2019-2024 hasil pelaksanaan Pemilu 2019.

Dari 16 Parpol yang ikut menjadi kontestan Pemilu 2019, kursi terbanyak di DPRD NTB ditempati Partai Golkar dengan 10 Kursi, Gerindra 9 kursi, PKS 7 kursi, PPP 7 Kursi, Partai Demokrat 7 Kursi, PKB 6 Kursi, NasDem 5 kursi, PAN 5 kursi, PDIP 4 kursi, Partai Berkarya 2 kursi, PBB 2 kursi, Hanura 1 kursi, sementara empat parpol lainnya seperti Partai Garuda, Partai Perindo, PSI dan PKPI gagal meraih kursi satu pun di parlemen Udayana.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Pemerintah Finalisasi Rencana Induk Pemulihan Pascabencana Sumatra

Agraria.today | Jakarta – Pemerintah menyiapkan rencana induk Percepatan...

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Perkuat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Wamen Ossy: Targetkan Peta LSD Baru di 17 Provinsi

Agraria.today | Jakarta - Pemerintah berencana memperkuat pelaksanaan pengendalian...

Related Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melaksanakan Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriksaan (TLRHP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)....

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) tengah membahas Klasifikasi Rincian Output (KRO) dan Rincian Output (RO) sebagai dasar...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, melaporkan capaian kinerja dan realisasi anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun...