Terkini AgrariaKemenristekdikti : diaspora bangun Indonesia dari belahan dunia

Kemenristekdikti : diaspora bangun Indonesia dari belahan dunia

Jakarta ((Feed)) – Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menyebutkan ilmuwan diaspora Indonesia yang ada di luar negeri memiliki peran dalam membangun Indonesia dari belahan dunia manapun.

“Jadi kalau dulu Presiden Jokowi ada konsep membangun Indonesia dari pinggiran, maka sekarang kita perluas. Dengan adanya diaspora Indonesia bisa membangun Indonesia dari belahan dunia manapun,” ujar Kepala Bagian Perencanaan dan Penganggaran Ditjen Sumber Daya Iptek dan Dikti (SDID) Kemenristekdikti, Agus Susilohadi, saat berkunjung ke kantor (Feed) di Jakarta, Senin.

Ia menambahkan setiap tahun setidaknya ada 50 diaspora Indonesia yang datang ke forum Simposiun Cendekia Kelas Dunia (SCKD) yang diselenggarakan Kemenristekdikti. Diaspora Indonesia yang dimaksud adalah ilmuwan asal Indonesia yang saat ini berkarir di sejumlah perguruan tinggi di luar negeri.

SCKD 2019 diselenggarakan mulai 18 Agustus hingga 25 Agustus 2019. Melalui kegiatan tersebut, para diaspora disebar ke sejumlah perguruan tinggi di daerah untuk menjalin jejaring, membuka akses kerja sama luar negeri, dan juga membimbing dosen dalam penulisan jurnal.

Baca juga  Untuk pertama kali sejak 2017 Murray maju ke semifinal

“SCKD merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap pengembangan SDM. Kata kunci dari pidato Presiden Jokowi pada 16 Agustus lalu itu adalah manajemen talenta dan diaspora. Melalui kegiatan ini, sudah waktunya membidik orang-orang hebat Indonesia yang berkarir di luar negeri,” terang dia juga.

Menurut dia, saat ini ada pergeseran persepsi di masyarakat yang mana ketika berbicara mengenai diaspora tidak lagi ingin dibawa pulang ke Tanah Air, tetapi bisa memberikan sumbangsih dimana saja.

“Pemerintah tidak membawa pulang para diaspora ini, melainkan diberikan penguatan. Semakin kuat posisinya, maka semakin dekat dengan pengambil keputusan dan berperan untuk bangsa,” tambah dia lagi.

Agus juga menambahkan berakhirnya SCKD tersebut, bukan berarti berakhir pula kerja para diaspora. Justru hal itu awal dari kerja mereka untuk berkolaborasi dengan peneliti di dalam negeri.

Baca juga  Ketika Presiden Jadi Peserta Acara Cukur Massal di Garut

“Kami sudah pilih, sehingga ilmuwan yang datang pada SCKD 2019, yang bidang ilmunya akan menunjang pembangunan Indonesia ke depannya,” kata dia lagi.

Dari hasil SCKD 2018 lalu, kolaborasi antara ilmuwan diaspora Indonesia dengan ilmuwan dalam negeri telah menghasilkan 25 jurnal yang sedang dikaji, 30 jurnal yang sudah didaftarkan, 18 jurnal manuskrip, 35 jurnal yang sudah diterima, 28 prosiding, 90 jurnal yang sudah publikasi,dan 18 konferensi hingga kursus pendek di universitas terbaik dunia. 

 

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengimbau pemerintah daerah (Pemda) di Provinsi Nusa Tenggara Barat...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba cepat dan terbuka, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menetapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat. Kebijakan ini merujuk...