Terkini AgrariaBKSDA Aceh: Populasi Orangutan Sumatera tersisa 13.000

BKSDA Aceh: Populasi Orangutan Sumatera tersisa 13.000

Banda Aceh ((Feed)) – Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Sapto Aji Prabowo mengatakan populasi Orangutan Sumatera dalam Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) tersisa sebanyak 13.000 lebih, yang terbagi dalam delapan meta populasi.

“Sebanyak 80 persen Orangutan Sumatera ini berada di wilayah Aceh,” kata Sapto saat membuka acara Peringatan Hari Orangutan se-Dunia di Taman Bustanussalatin, Kota Banda Aceh, Sabtu.

Ia menjelaskan, Aceh patut berbangga bahwa populasi Orangutan Sumatera banyak tersebar di wilayah Aceh, namun juga menjadi tantangan bagi Aceh untuk terus menjaga agar Orangutan tetap eksis, terutama karena degradasi habitat.

“Aceh mempunyai target membuat Kawasan Ekosistem Esensial untuk menghubungkan delapan meta populasi spesies yang saat ini terdegradasi,” kata Sapto.

Menurut data laporan Population and Habitat Viability Assessment (PHVA) pada 2017 menunjukkan populasi Orangutan Kalimantan tersisa 45.590 individu, Orangutan Sumatera tersisa 13.710 individu, dan Orangutan Tapanuli yang hanya tersisa 760 individu.

Baca juga  Hari kedua Korea Open 2019, 10 wakil Indonesia berlaga

Peringatan hari Orangutan se-dunia dilakukan pemuda Aceh dengan cara menggelar perlombaan menggambar poster seruan selamatkan Orangutan.

Serta atraksi seniman Indrus bin Harun yang melukis secara langsung drama kehidupan Orangutan bernama Hope, yang merupakan seekor Orangutan Sumatera terkena tembakan 74 butir peluru senapan angin beberapa waktu lalu di Aceh.

Dalam acara yang sama, Manager WWF Indonesia Northern Sumatera Landscape Dede Suhendra menyebutkan kepedulian terhadap nasib Orangutan masih sangat rendah. Hal itu terlihat dari banyaknya kasus perburuan, penembakan, dan perusakan habitat Orangutan.

“Kita harus menyadari, Orangutan adalah satwa penting yang memastikan keberlangsungan hutan. Jika Orangutan hilang, hutan akan hilang karena salah satu penyebar benih pohon sudah tak ada,” kata Dede.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengimbau pemerintah daerah (Pemda) di Provinsi Nusa Tenggara Barat...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba cepat dan terbuka, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menetapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat. Kebijakan ini merujuk...