Terkini AgrariaCapim KPK dari kepolisian/kejaksaan harus buka komitmen

Capim KPK dari kepolisian/kejaksaan harus buka komitmen

Misalnya, bagaimana nanti pola koordinasi yang akan diterapkan ke kepolisian/kejaksaan jika nanti memegang KPK,

Jakarta ((Feed)) – Pengamat hukum tata negara Hifdzil Alim mengatakan calon pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang berasal dari unsur kepolisian dan kejaksaan harus membuka komitmennya kepada publik.

“KPK merupakan lembaga yang lahir sebagai jawaban atas lambannya penegakan hukum kasus korupsi oleh kepolisian maupun kejaksaan. Jika saat ini banyak calon komisioner KPK dari unsur kepolisian dan kejaksaan, semestinya tujuannya harus lebih diperjelas lagi,” kata Hifdzil dihubungi di Jakarta, Jumat.

Direktur HICON Law and Policy Strategies itu menambahkan, pertama calon komisioner dari dua unsur itu, jika nanti lanjut ke tahap berikutnya, harus membuka komitmen mereka ke publik.

“Misalnya, bagaimana nanti pola koordinasi yang akan diterapkan ke kepolisian/kejaksaan jika nanti memegang KPK. Apakah lembaga antirasuah itu akan diposisikan sejajar atau ordinat utama, mengingat KPK punya wewenang supervisi,” jelas dia.

Baca juga  DPR: Pemerintah akselerasi pembangunan ibu kota baru

Kedua, tambahnya para calon komisioner dari unsur kepolisian/kejaksaan mesti menegaskan bahwa apabila berlanjut menjadi komisioner KPK maka harus menegaskan bahwa mereka bekerja untuk KPK tidak lagi dibawah kepolisian/kejaksaan.

“Mereka harus menyatakan ‘bos lembaga’ mereka adalah KPK, bukan kepolisian/kejaksaan,” ujarnya.

Sementara itu terkait personal calon komisioner KPK, menurutnya yang perlu diperhatikan oleh pansel adalah personal yang tidak tersandera, baik oleh kasus tertentu, kepentingan politik, maupun sindikat bisnis.

Selain itu seleksi terhadap 20 capim KPK yang ada saat ini, harus dilakukan dengan mengecek rekam jejak para calon, apakah tegas dalam menindak kasus yang melibatkan institusinya atau tidak. Hal ini untuk memastikan para capim KPK terpilih memiliki taji apabila mengusut kasus korupsi yang berkaitan dengan institusi lamanya.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengimbau pemerintah daerah (Pemda) di Provinsi Nusa Tenggara Barat...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba cepat dan terbuka, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menetapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat. Kebijakan ini merujuk...