Terkini AgrariaDana bantuan tak kunjung datang, PBB ancam tutup 22 program di Yaman

Dana bantuan tak kunjung datang, PBB ancam tutup 22 program di Yaman

PBB, New York ((Feed)) – PBB pada Rabu memperingatkan bahwa 22 program bantuan “penyelamat hidup” di Yaman terpaksa akan ditutup selama dua bulan jika sejumlah negara tidak mengucurkan dana lebih dari 1 miliar dolar AS, yang dijanjikan awal tahun ini.

PBB menggambarkan kondisi di Yaman – di mana perang selama empat tahun menewaskan puluhan ribu orang dan menyebabkan jutaan orang lainnya di ambang kelaparan – sebagai krisis kemanusiaan paling parah di dunia.

Pada Februari sejumlah negara menjanjikan dana bantuan 2,6 miliar dolar AS, namun koordinator kemanusiaan PBB untuk Yaman, Lise Grande, mengatakan kurang dari separuh dana yang baru diberikan. PBB menyebutkan bahwa dari 34 program bantuan utama hanya tiga yang didanai tahun ini dan 22 program “penyelamat hidup” terpaksa akan ditutup dalam dua bulan ke depan.

Baca juga  Mahfud MD: Komisioner KPK bukan mandataris Presiden

“Kami sangat membutuhkan dana yang dijanjikan tersebut. Ketika dana itu tak kunjung datang, maka orang-orang akan mati,” kata Grande dalam satu pernyataan. “Menyayat hati untuk melihat keluarga di depan mata dan mengatakan kami tak punya uang untuk membantu.”

Kepala bantuan PBB, Mark Lowcock, Juli lalu memanggil Arab Saudi dan Uni Emirat Arab pada Kamis lantaran hanya memberikan “porsi sedang” dari ratusan juta dolar yang mereka janjikan. Sebelumnya masing-masing negara itu menjanjikan 750 juta dolar AS.

Sumber: Reuters

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengimbau pemerintah daerah (Pemda) di Provinsi Nusa Tenggara Barat...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba cepat dan terbuka, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menetapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat. Kebijakan ini merujuk...