Terkini AgrariaTPID Surakarta jajaki penggunaan teknologi untuk budidaya cabai

TPID Surakarta jajaki penggunaan teknologi untuk budidaya cabai

Solo ((Feed)) – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Surakarta akan menjajaki penggunaan teknologi untuk budidaya komoditas cabai guna menurunkan harga yang saat ini masih bertahan tinggi.

“Teknologi dalam budidaya juga menjadi penting. Perlu kerja sama dengan Dinas Pertanian juga universitas,” kata Wakil Ketua TPID Kota Surakarta Bambang Pramono di sela sidak cabai di Pasar Legi Solo, Rabu.

Ia optimistis teknologi pasti akan memberikan dampak positif, meski demikian hingga saat ini belum diterapkan di Soloraya.

“Termasuk ada atau tidak teknologi atau potensi untuk membudidayakan cabai di daerah sini. Kalau bisa kan diperbanyak karena katering, hotel, dan masyarakat umum lebih suka cabai jenis merah,” katanya.

Ia mengatakan teknologi yang diterapkan nanti akan lebih diarahkan pada budidaya tanaman cabai di luar musim dan bagaimana menangkal hama lalat buah.

Baca juga  Cerita Stand Up Komedian Tetap Kreatif dan Peduli di Tengah Pandemi COVID-19

Selain itu, dikatakannya, penerapan teknologi pada industri pengolahan juga perlu dikembangkan mengingat di waktu tertentu produksi cabai di pasar melimpah dan berdampak pada turunnya harga.

“Pada saat produksi banyak pengolahan yang penting agar komoditas tersebut tidak hanya bisa dijual di Solo tetapi juga antardaerah,” katanya.

Sementara itu, pihaknya juga akan menjajaki kemungkinan memperbanyak klaster cabai di tingkat petani.

Pada kesempatan yang sama, salah satu distributor cabai di Pasar Legi Guruh Prasetyo mengakui saat ini harga komoditas tersebut masih cukup tinggi, terutama cabai rawit merah yang saat ini harganya di kisaran Rp71.000-73.000/kg.

“Kalau cabai jenis lain mulai berangsur turun sejak minggu lalu, seperti cabai rawit putih turun dari di atas Rp20.000/kg menjadi Rp17.000/kg, cabai merah besar di kisaran Rp25.000/kg-30.000/kg dari di atas Rp40.000/kg, dan cabai merah keriting turun dari Rp55.000/kg menjadi Rp48.000/kg,” katanya.

Baca juga  Menteri ATR/Kepala BPN Harapkan Peningkatan Integritas serta Kualitas Kinerja sebagai Kontribusi Membangun Bangsa

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengimbau pemerintah daerah (Pemda) di Provinsi Nusa Tenggara Barat...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba cepat dan terbuka, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menetapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat. Kebijakan ini merujuk...