Terkini AgrariaBayi penderita infeksi otak butuh bantuan berobat

Bayi penderita infeksi otak butuh bantuan berobat

“Kami tidak memiliki BPJS sehingga untuk berobat memakai biaya sendiri.

Mentok, Babel ((Feed)) – Bayi bernama Abid Rajendra yang batu berusia 10 bulan asal Desa Tugang, Kecamatan Kelapa, mengidap penyakit infeksi otak membutuhkan bantuan untuk berobat dari para dermawan dan Pemerintah Kabupaten Bangka Barat.

“Saat ini Abid Rajendra baru menjalani perawatan serius tim medis RS Siloam di Pangkalpinang karena infeksi otak yang dideritanya,” kata nenek Abid, Atun di Kelapa, Babel, Rabu.

Ia mengatakan Abid sudah tiga hari menjalani perawatan serius di rumah sakit tersebut setelah sebelumnya sempat mendapatkan pelayanan di Puskesmas Sekarbiru, Kabupaten Bangka Barat.

Dari Puskesmas Sekarbiru, Abid dirujuk ke RS Sejiran Setason milik Pemkab Bangka Barat yang ada di Mentok, selanjutnya dirujuk ke RS Siloam Pangkalpinang.

Keputusan untuk membawa bayi tersebut ke RS Siloam karena seluruh ruangan khusus perawatan bayi di rumah sakit di Pangkalpinang saat itu sudah penuh.

Baca juga  Dorong Pelayanan Publik Lebih Maksimal, Kementerian ATR/BPN Adakan Peningkatan Kualitas PPAT

“Kami tidak memiliki BPJS sehingga untuk berobat memakai biaya sendiri,” ujarnya.

Ia menerangkan ayah Abid setiap harinya bekerja sebagai penambang timah inkonvensional yang pendapatannya tidak tentu dan ibunya sebagai ibu rumah tangga.

Saat ini untuk membiayai pengobatan Abid menggunakan biaya sendiri dan pihak keluarga merasa tidak mampu, untuk itu dirinya mengharapkan Pemda Kabupaten Bangka Barat untuk memberikan solusi yang terbaik untuk meringankan beban biaya pengobatan tersebut.

“Kami berharap Pemda memberi solusi agar Abid bisa berobat hingga sembuh,” katanya.*

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengimbau pemerintah daerah (Pemda) di Provinsi Nusa Tenggara Barat...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba cepat dan terbuka, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menetapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat. Kebijakan ini merujuk...