Terkini Agraria23 SMN Kalsel diajari cara masak rendang Padang

23 SMN Kalsel diajari cara masak rendang Padang

Seluruh peserta pertama kali dikenalkan dengan bumbu-bumbu dan bahan yang akan digunakan untuk memasak rendang, termasuk pemilihan jenis dan bagian daging sapi sebagai bahan utama pembuatan rendang

Padang ((Feed)) – Para peserta Siswa Mengenal Nusantara (SMN) program BUMN Hadir Untuk Negeri (BHUN) 2019 asal Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) diajari cara memasak rendang Padang saat mengunjungi Rumah Kreatif BUMN di Padang, Sumatera Barat.

23 peserta SMN Kalsel dan guru pendamping mendapat arahan langsung cara mengolah sejak awal daging sapi hingga menjadi rendang dari pihak sentra produksi Rendang Padang, Harti Ningsih.

Seluruh peserta pertama kali dikenalkan dengan bumbu-bumbu dan bahan yang akan digunakan untuk memasak rendang, termasuk pemilihan jenis dan bagian daging sapi sebagai bahan utama pembuatan rendang.

Kegiatan itu mendapat antusias tinggi dari seluruh peserta SMN asal Kalsel, peserta banyak menanyakan proses atau teknik khusus hingga masakan tersebut mempunyai cita rasa tinggi dan lezat.

Dalam kegiatan itu Harti Ningsih menceritakan kepada peserta bahwa memasak rendang bukan hanya sekedar membuat masakan saja, tapi ada nilai-nilai dan filosofi masyarakat minangkabau dulu pada saat memasak rendang.

Baca juga  Aniq mengidolakan Eko Yuli sebagai atlet angkat besi favorit

“Rendang pada waktu dulu bukan sekadar masakan biasa, tapi ini adalah masakan pemersatu bagi masyarakat, selain itu butuh kesabaran yang tinggi pada saat memasak yang membutuhkan waktu hingga empat jam,” katanya.

Dalam kesempatan itu Harti juga menjelaskan kepada siswa tentang cara atau teknik mengaduk kuah hingga menjadi rendang, selain butuh kesabaran dalam memasak bisa jadi tangan terkena percikan minyak atau kuah santan panas.

Para peserta juga mendapatkan penjelasan bagaimana rendang pada saat ini bisa dinikmati dalam bentuk kemasan siap saji dan bisa dibawa untuk bekal berpergian serta untuk oleh-oleh.

“Sekarang kami juga membuat bentuk kemasan praktis, dan bahkan sudah bisa dijual keluar negeri,” katanya.

Peserta SMN Kalsel Gabriel Hamonangan mengaku sangat senang bisa mencicipi langsung masakan rendang di daerah asalnya.

“Rasanya beda dengan yang ada di Kalsel, disini pedasnya bikin ketagihan, bahkan proses memasaknya cukup lama” katanya.

Baca juga  Respon Survey IPO, Kemendagri: Motivasi untuk Kinerja Lebih Baik

Ia juga mengungkapkan, akan mengajak orang tuanya untuk bisa memasak rendang padang pada saat pulang ke Kalsel nanti.

“Semua bumbu, bahan serta prosesnya sudah dicatat, nanti kalau sudah pulang akan dipraktekkan dengan mama,” katanya.

Pada kesempatan ini, para siswa dan pendamping diberi kesempatan untuk melakukan sesi tanya jawab dan mengenal produk-produk unggulan binaan RKB Padang. Melihat dan mencoba proses pembuatan rajutan handicraft Silvia Piobang, melihat proses canting batik tulis tanah liek Ayesha Collection.

Peserta Siswa mengenal Nusantara dari Kalimantan Selatan juga akan melakukan perjalanan ke Kota Pariaman untuk menikmati wisata edukasi konservasi penyu dan penanaman pohon mangrove.

Selanjutnya akan berkunjung ke Kota Bukittinggi untuk melihat langsung Taman Margasatwa Kinantan dan Ngarai Sianok, setelah itu seluruh peserta juga akan mendapat pemahaman tentang kerajinan pandai sikek yang merupakan ikon dari Kabupaten Tanah Datar.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengimbau pemerintah daerah (Pemda) di Provinsi Nusa Tenggara Barat...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba cepat dan terbuka, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menetapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat. Kebijakan ini merujuk...