Terkini AgrariaRupiah melemah dipicu kekhawatiran meningkatnya potensi resesi

Rupiah melemah dipicu kekhawatiran meningkatnya potensi resesi

Jakarta ((Feed)) – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada Kamis sore ditutup melemah dipicu kekhawatiran semakin meningkatnya potensi terjadinya resesi ekonomi di Amerika Serikat.

Rupiah melemah 29 poin atau 0,2 persen menjadi Rp14.274 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.245 per dolar AS.

“”Risk appetite” investor sedang sangat rendah, aset-aset berisiko di negara berkembang akan kesulitan menjaring peminat. Penyebabnya adalah persepsi risiko resesi yang semakin tebal,” kata Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Kamis.

Sinyal ke arah resesi terlihat dari inversi imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor dua dan sepuluh tahun, alias yang jangka pendek lebih tinggi ketimbang jangka panjang.

Yield obligasi pemerintah AS tenor dua tahun adalah 1,98 persen sementara yang 10 tahun berada di 1,58 perse . Hal seperti ini kali terakhir terjadi pada Juni 2007, beberapa bulan sebelum meletusnya krisis keuangan global.

Baca juga  Menghitung Hari 18.8.18

Inversi menunjukkan bahwa risiko dalam jangka pendek lebih tinggi ketimbang jangka panjang. Oleh karena itu, inversi kerap dikaitkan dengan pertanda resesi, sehingga investor meminta jaminan lebih untuk instrumen jangka pendek karena merasa ada risiko besar di depan mata.

“Jadi, jangan berharap banyak pasar keuangan Indonesia bakal kedatangan arus modal yang deras hari ini. Akibatnya, sangat sulit bagi rupiah untuk kembali menguat,” ujar Ibrahim.

Dari domestik, neraca perdagangan pada Juli 2019 mengalami defisit 63,5 juta dolar AS. Realisasi tersebut lebih rendah dibanding bulan lalu yang mengalami surplus 196 juta dolar AS.

Menurut Ibrahim, defisit neraca perdagangan Juli akan menjadi beban dalam mengarungi perekonomian kuartal III-2019.

“Kalau sepanjang kuartal III neraca perdagangan terus-terusan tekor, maka defisit transaksi berjalan bakal semakin dalam dan menyulitkan Bank Indonesia untuk melakukan penurunan suku bunga,” ujar Ibrahim.

Baca juga  Menteri AHY Serahkan 136 Sertipikat Tanah Elektronik, Gedung Sate dan Lapangan Gasibu Kini Lebih Berkepastian Hukum

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah Rp14.271 dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.265 per dolar AS hingga Rp14.305 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Kamis ini menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp14.296 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.234 per dolar AS.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengimbau pemerintah daerah (Pemda) di Provinsi Nusa Tenggara Barat...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba cepat dan terbuka, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menetapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat. Kebijakan ini merujuk...