Terkini AgrariaIntip insentif mobil listrik di berbagai negara

Intip insentif mobil listrik di berbagai negara

Jakarta (Feed) – Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) tentang mobil listrik dengan tujuan mendorong perusahaan otomotif agar mempersiapkan mobil listrik di Tanah Air.Presiden Jokowi berharap DKI Jakarta bisa memulai penerapan kendaraan elektrifikasi dengan memberikan insentif kepada pengguna mobil listrik, misalnya parkir gratis atau subsidi pembelian.

“Ada negara-negara yang memberi subsidi sekian dolar untuk membeli mobil listrik. Dan (bisa) dimulai seperti di Jakarta, busnya, mendorong taksi-taksinya. Bisa saja motor listrik didorong, digunakan di DKI Jakarta dulu,” kata Jokowi usai peresmian gedung baru ASEAN di Jakarta, Kamis.

Perpres yang diteken Joko Widodo pada Senin (5/8) juga mengatur penggunaan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sebesar 35 persen sehingga dapat menekan harga jual produk kendaraan listrik dan terjangkau bagi masyarakat.

Sejumlah negara telah menerapkan skema insentif atau subsidi untuk pengguna kendaraan ramah lingkungan, baik itu keringanan pajak hingga potongan harga beli untuk kendaraan baru. Berikut ulasan singkatnya:

Baca juga  Perdana, Karang Taruna Payakumbuh Timur Gelar Upacara HUT RI Bersama Camat

Amerika Serikat

Di lansir Times, setidaknya lebih dari 10 negara bagian di Amerika Serikat menerapkan insetif untuk mobil listrik. Nilai dan jenisnya pun bervariasi, New York, misalnya, menawarkan insentif 2.000 dolar AS (Rp29 juta) dengan tambahan diskon 10 persen biaya tol.

California menawarkan insentif 5.000 dolar AS (Rp71 juta) dan tambahan 3.000 dolar AS (Rp42,6 juta) apabila mobil listrik itu digunakan di wilayah itu. Adapun Colorado menawarkan insentif hingga 20.000 dolar AS (Rp284,3 juta) yang tergantung jenis kendaraan dan penggunaannya.

China

China sebagai pasar kendaraan listrik terbesar dunia — lebih dari 1 juta unit menurut EV-Volumes.com — menawarkan insentif 50.000 yuan (Rp101 juta), kendati menurut warta Bloomberg insentif itu akan dipangkas setengahnya menjadi 25.000 yuan.

Subsidi itu, menurut Bloomberg, menjadi pendorong penjualan mobil ramah lingkungan di China. Angka penjualan yang menarik itu juga mendorong perusahaan otomotif berinovasi menciptakan teknologi baru.

Kanada

Pasar otomotif Kanada mengalami kenaikan penjualan mobil “hijau” sebesar 30 persen berkat penerapan insentif 5.000 dolar AS oleh pemerintah sejak Maret 2019.

Baca juga  Resmikan SPAM Durolis, Presiden Sampaikan Manfaat SPAM bagi Kesehatan Masyarakat

Kanada serius memberikan insentif karena ingin seluruh mobil yang terjual pada 2040 merupakan kendaraan berpenggerak listrik, menurut Green Car Report.

Norwegia

Hampir 60 persen kendaraan baru yang terjual di Norwegia pada Maret 2019 adalah berpenggerak listrik, menurut Forbes, yang didominasi penjualan Tesla Model 3, Nissan Leaf, dan Volkswagen Golf.

Insentifnya bukan uang semata, melainkan penghapusan pajak pembelian hingga fasilitas menggunakan jalur khusus bus dan keringanan biaya tol untuk pengguna mobil listrik.

Sementara, Indonesia belum memberlakukan insentif mobil listrik sehingga harga jual produk itu masih tinggi, misalnya Tesla Model X dan Mercedes E300 yang mencapai harga di atas Rp2 miliar. Sedangkan mobil listrik dengan kisaran harga Rp1 miliar antara lain Mitsubishi Outlander PHEV, Toyota Alphard hybrid, dan BMW i3.

Pewarta: A069
Editor: Imam Santoso
Copyright © ANTARA 2019

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Pemerintah Finalisasi Rencana Induk Pemulihan Pascabencana Sumatra

Agraria.today | Jakarta – Pemerintah menyiapkan rencana induk Percepatan...

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Perkuat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Wamen Ossy: Targetkan Peta LSD Baru di 17 Provinsi

Agraria.today | Jakarta - Pemerintah berencana memperkuat pelaksanaan pengendalian...

Related Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melaksanakan Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriksaan (TLRHP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)....

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) tengah membahas Klasifikasi Rincian Output (KRO) dan Rincian Output (RO) sebagai dasar...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, melaporkan capaian kinerja dan realisasi anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun...