Terkini AgrariaKemendes PDTT Klaim Prukades dan BUMDes Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Kemendes PDTT Klaim Prukades dan BUMDes Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Petani

BONE BOLANGO – Keberadaan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Bondawuna, Kecamatan Suwawa Selatan, Kabupaten Bone Bolango diklaim bisa membantu meningkatkan kesejahteraan petani dan mengurangi tengkulak.

Prukades jagung yang salah satu andalannya setelah dikelola BUMDes bisa menguntungkan petani karena ditampung dengan harga yang lebih tinggi dibanding pengepul/tengkulak, hal tersebut disampaikan Kades Bondawuna Rauf Latedu pada saat acara Focus Group Discussion (FGD) Strategi Pengembangan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) di Aula PKBM Desa Bonda Raya, Kecamatan Suwawa Selatan, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo (8/8).

“Produk unggulan yang ada di Bondawuna yaitu jagung, dengan lahirnya UU Desa bisa dikembangkan dan diatur dalam BUMDes sehingga petani dan BUMDes bisa kolaborasi,” ujarnya

Pada tahun 2015, desanya mendapat kucuran dana desa sebesar Rp272 juta, pada 2019 Rp1,1 Milyar. Dan pada tahun 2018 dialokasikan untuk BUMDes sebesar Rp.250 juta untuk penyertaan modal/dana stimulan.

“Intinya bagaimana petani bisa sejahtera.
Awalnya mereka terjerat dengan tengkulak dengan adanya BUMDes terangkul 23 petani,” ungkapnya

Baca juga  Permudah Pengawasan Dana Desa, Kemendes & Kejaksaan Luncurkan Aplikasi Jaga Desa

Pada tahun 2015 ada program Penyediaan Infrastruktur Ekonomi (PIE) dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi untuk bangun lumbung padi.

Ia menambahkan, adapun permasalahan yang dihadapi yaitu cara tanam dan panen masih tradisional, Masalah biaya pengolahan dan pasca panen, Permainan harga tengkulak, bibit dan pupuk sulit didapatkan. “Dengan Hadirnya BUMDes menstabilkan harga untuk petani,” tekannya.

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur BUMDes Bersatu Azab Naleya, Zainula Naleya mengatakan BUMDes yang mengelola gudang jagung ini baru berjalan tahun 2018. Usaha yang dikelola ada tiga unit yaitu pertanian pengembangan jagung, pemberdayaan aset desa, dan usaha toko desa berupa obat obatan, pupuk, sembako.

“Kultur masyarakat disini bertani jagung. Makanya, BUMDes mengelola pengembangan jagung untuk pengembangan ekonomi masyarakat.
Gudang jagung yang dikelola BUMDes ini syaratnya harus petani pemilik lahan, melalui survey yang dilakukan pengurus BUMDes, dikasih pinjaman di awal berupa benih, pupuk, pestisida. Setelah panen baru mereka melunasi pinjaman ke BUMDes dengan menjual hasil panen jagungnya,” terangnya.

Baca juga  Mendes PDTT Hadiri Perayaan Hari Nasional Malaysia

Dirinya menambahkan, Kalau dijual ke tengkulak harga jagung hanya sekitar 1500, kalau melalui BUMDes dihargai 3500. “Jadi ini menguntungkan petani,” ungkapnya.

Tim Advisor Mendes PDTT Bidang Kewirausahaan Sosial, Masril Koto mengatakan bahwa persoalan ekonomi desa melalui penguatan BUMDes, kelemahannya adalah kurangnya akses informasi, kedua soal keterampilan.

“Kurangnya akses informasi bagaimana melihat potensi desanya. Misal kenapa harga jagung agak didikte? Karena kurangnya keterampilan mengetahui kualitas jagung. Karena petani kita kurang diakses mengenai keterampilan-keterampilan. Berharap pemeda dengan dinasnya memberikan ketermapilan kewirausahaan atau keterampilan teknis yang kaitan dengan fokus ekonomi desanya,” jelasnya.

Lanjutnya, dari kementerian pun akan mendorong penguatan SDM melalui keterampilan-keterampilan.
Selain itu menurutnya perlunya peran perguruan tinggi seperti PERTIDES. Kerjasama dengan Perguruan tinggi terutama soal keterampilan.

Disamping itu, Organisasi ekonomi/kelembagaan lebih baik juga jika melibatkan/digerakan oleh pemuda supaya tidak lari ke kota dan bisa olah potensi yang ada di desa, pungkasnya.

Latest Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Pemerintah Finalisasi Rencana Induk Pemulihan Pascabencana Sumatra

Agraria.today | Jakarta – Pemerintah menyiapkan rencana induk Percepatan...

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Perkuat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Wamen Ossy: Targetkan Peta LSD Baru di 17 Provinsi

Agraria.today | Jakarta - Pemerintah berencana memperkuat pelaksanaan pengendalian...

Related Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melaksanakan Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriksaan (TLRHP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)....

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) tengah membahas Klasifikasi Rincian Output (KRO) dan Rincian Output (RO) sebagai dasar...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, melaporkan capaian kinerja dan realisasi anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun...