Terkini AgrariaIndeks demokrasi Kaltim naik 1,02 persen

Indeks demokrasi Kaltim naik 1,02 persen

Samarinda (ANTARA) – Indeks Demokrasi Indonesia di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) berdasarkan survei BPS tahun 2018 sebesar 73,88 dalam skala indeks 0 sampai 100 poin, sehingga angka ini mengalami peningkatan 1,02 persen ketimbang tahun 2017 yang capaiannya sebesar 72,86.”Meskipun sedikit mengalami peningkatan, namun indeks demokrasi Kaltim masih masuk dalam kategori indeks Sedang,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim Atqo Marsiyanto di Samarinda, Sabtu.

Perubahan Indeks Demokrasi Kaltim dari tahun 2009 hingga 2018 mengalami fluktuasi, yakni pada 2009 sebesar 72,31, tahun 2010 tercatat 73,04, tahun 2011 sebesar 66,37.

Kemudian tahun 2012 sebesar 71,23, pada 2013 tercatat 68,13, tahun 2014 sebesar 77,77, tahun 2015 sebesar 81,24, pada 2016 tercatat 73,64, pada 2017 sebesar 72,68, dan pada 2018 menjadi 73,88.

“Fluktuasinya angka indeks demokrasi ini mencerminkan dinamika situasi demokrasi di wilayah Kaltim,” tutur Atqo.

Baca juga  Sekjen Kemendagri Dorong Percepatan Penegasan Batas Desa

Ia mengatakan bahwa indeks demokrasi sebagai alat ukur perkembangan demokrasi yang khas dan memang dirancang untuk sensitif terhadap naik-turunnya kondisi demokrasi regional.

Indeks demokrasi disusun berdasarkan evidence based (kejadian), sehingga potret yang dihasilkan merupakan refleksi realitas yang terjadi di Kaltim.

Menurutnya, klasifikasi tingkat demokrasi dikelompokkan menjadi tiga kategori, yakni “Baik” dengan indeks lebih dari 80, klasifikasi “Sedang” dengan indeks antara 60 – 80, dan kategori “Buruk” dengan indeks kurang dari 60.

“Indeks Demokrasi Indonesia di Kaltim adalah indikator komposit yang menunjukkan tingkat perkembangan demokrasi di Kaltim,” ujarnya.

Tingkat capaiannya diukur berdasarkan pelaksanaan dan perkembangan tiga aspek demokrasi, yakni kebebasan sipil (civil liberty), hak-hak politik (political rights), dan lembaga-lembaga demokrasi (institution of democracy).

Metode survei indeks demokrasi menggunakan empat sumber data, yakni review surat kabar lokal, review dokumen seperti perda, pergub, dan lainnya, Focus Group Discussion (FGD), dan wawancara mendalam.

Baca juga  Fasilitas Ramah Disabilitas di Ruang Publik Perlu Terus Ditingkatkan

“Perubahan indeks demokrasi Kaltim dari 2017 ke 2018 dipengaruhi tiga aspek, yakni kebebasan sipil yang naik 7,66 (dari 83,33 menjadi 90,99), hak-hak politik yang turun 5,80 (dari 67,18 menjadi 61,38), dan lembaga-lembaga demokrasi yang naik 3,50 (dari 68,72 menjadi 72,22),” kata Atqo.

Pewarta: M.Ghofar
Editor: Yuniardi Ferdinand
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Artikel ini pertama kali tayang di Antaranews.com

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengimbau pemerintah daerah (Pemda) di Provinsi Nusa Tenggara Barat...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba cepat dan terbuka, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menetapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat. Kebijakan ini merujuk...