Terkini AgrariaBNPB: masyarakat sesuaikan diri tinggal di wilayah potensi bencana

BNPB: masyarakat sesuaikan diri tinggal di wilayah potensi bencana

Jakarta (ANTARA) – Tinggal di negara yang secara geografis memiliki potensi bencana, masyarakat Indonesia dinilai perlu mengharmonisasi diri dengan kondisi tersebut, hal tersebut disampaikan Plh Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo saat konferensi pers di Kantor BNPB, Sabtu.Menurut Agus, Indonesia memang dikelilingi oleh lempengan yang sewaktu-waktu bergeser dengan kekuatannya masing-masing. Jika lempengan yang satu tak bisa menopang kekuatan lempengan yang lain, maka gempa bisa terjadi.

“Gempa adalah konsekuensi pergerakan lempeng, rata-rata kecepatannya lima sampai enam centimeter per tahun. Jadi wajar ada gempa di Indonesia karena ada di tumpukan lempeng yang terus bergerak. Konsekuensi tinggal di sini ya harus mampu menyesuaikan,” ucap Agus.

Menurut dia, visi penanggulangan bencana adalah menjauhkan manusia dari bencana, namun jika sulit untuk dilakukan, maka pindahkan manusianya dari lokasi yang berpotensi bencana.

Baca juga  Pemko Payakumbuh Gelar Forum Diskusi untuk Persiapkan Seleksi PPPK 2024

Meski demikian, Agus tak memungkiri kalau dua poin ini tak pernah mudah untuk dilakukan, oleh karena itu ada visi ketiga yakni mengharmonisasikan manusia dengan bencana.

“Menyesuaikan hidup kita dengan situasi ini. Supaya kita berpikir menyesuaikan diri. Bagaimana membuat bangunan supaya enggak ambruk, kalau enggak bisa lari saat tsunami, siapkan shelter,” ucap dia.

Pihaknya juga selama ini sudah melakukan pelatihan mitigasi bencana untuk masyarakat pesisir pantai yang dilakukan via daring.

Lewat pelatihan ini, BNPB berharap masyarakat lebih siaga pada potensi bencana yang bisa datang kapan saja. “Jadi kita akan membantu desa-desa sepanjang pantai untuk menjadi desa tangguh bencana, mereka paham apa saja potensi bencana dan langkah-langkah mitigasinya,” ucap dia.

Pewarta: Aubrey Kandelila Fanani
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Artikel ini pertama kali tayang di Antaranews.com

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengimbau pemerintah daerah (Pemda) di Provinsi Nusa Tenggara Barat...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba cepat dan terbuka, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menetapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat. Kebijakan ini merujuk...