Terkini Agraria15 warga Ethiopia tewas setelah kapal yang mereka tumpangi rusak

15 warga Ethiopia tewas setelah kapal yang mereka tumpangi rusak

Dubai (ANTARA) – Sedikitnya 15 warga Ethiopia tewas setelah kapal yang akan menyelundupkan mereka ke Yaman rusak dan menyebabkan mereka terdampar di laut tanpa makanan atau air selama seminggu, ujar Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM).Berdasarkan kesaksian korban yang selamat, sebagian besar korban meninggal karena kelaparan dan kehausan. Sementara yang lain menenggelamkan diri sendiri dan tidak mendapatkan bantuan medis.

Selama lebih dari empat tahun, perang saudara yang berlangsung di Yaman telah menelan korban hingga puluhan ribu orang.

Yaman saat ini di ambang bencana kelaparan akibat perang saudara yang tak kunjung usai.

Meskipun demikian, ribuan migran yang sebagian besar dari Afrika tiba di Yaman setiap tahun.

Ribuan migran tersebut berharap bisa pindah ke negara-negara Arab dan kawasanTeluk yang kaya agar bisa keluar dari jerat kemiskinan dan pengangguran di dalam negeri.

Baca juga  UU Nomor 2 Tahun 2012 Solusi Dalam Mengurai Kendala Pengadaan Tanah

“Para migran melakukan perjalanan dari Djibouti ke Yaman ketika kapal penyelundup itu rusak,” kata IOM di akun resminya diTwitter Selasa malam.

“Mereka yang ada di kapal melaporkan bahwa mereka yang meninggal disebabkan kelaparan, kehausan dan tenggelam, sementara beberapa orang meninggal di Yaman karena mereka tidak dapat mencapai fasilitas kesehatan tepat waktu,” tambahnya.

Kapal penyelundup yang membawa 90 orang Ethiopia itu tiba di kota pelabuhan Aden, di bagian selatan Yaman, ujar Organisasi Internasional untuk Migrasi itu, tanpa memberikan perincian tentang bagaimana kapal itu sampai di Aden.

Sebagian besar keberadaan korban yang selamat tidak diketahui, tambah organisasi internasional itu seperti dikutip Reuters, Selasa.

Pada bulan Mei, Organisasi Internasional untuk Migrasi menyerukan pembebasan lebih dari 3.000 migran, sebagian besar orang Ethiopia.

Berdasarkan laporan, para migran tersebut ditahan dalam kondisi tidak manusiawi di dua pusat penahanan di Aden dan Lahj, yang berada di bawah kendali pemerintah Yaman, yang didukung Saudi.

Baca juga  Ditjen Bina Adwil Kemendagri Gelar Apel Pelepasan Tim Satpol PP Penegak Disiplin Protokol Kesehatan Covid-19

Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UAE) yang memimpin koalisi militer melakukan intervensi pada 2015 untuk melawan kelompok Houthi yang didukung Iran.

Upaya intervensi ini dilakukan untuk mengembalikan kekuasan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi yang diakui secara internasional.

Sumber: Reuters

Penerjemah: Azis Kurmala
Editor: Maria D Andriana
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Artikel ini pertama kali tayang di Antaranews.com

Latest Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Pemerintah Finalisasi Rencana Induk Pemulihan Pascabencana Sumatra

Agraria.today | Jakarta – Pemerintah menyiapkan rencana induk Percepatan...

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Perkuat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Wamen Ossy: Targetkan Peta LSD Baru di 17 Provinsi

Agraria.today | Jakarta - Pemerintah berencana memperkuat pelaksanaan pengendalian...

Related Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melaksanakan Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriksaan (TLRHP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)....

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) tengah membahas Klasifikasi Rincian Output (KRO) dan Rincian Output (RO) sebagai dasar...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, melaporkan capaian kinerja dan realisasi anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun...