Terkini AgrariaPriangan Timur Berpotensi Tingkatkan Produksi Pisang Nasional

Priangan Timur Berpotensi Tingkatkan Produksi Pisang Nasional

Pisang merupakan salah satu buah yang memiliki pangsa pasar luas dan mempunyai nilai ekonomis tinggi. Buah ini tersedia setiap saat dan harganya relatif terjangkau oleh masyarakat. Buah berwarna kuning ini berkontribusi sebesar 33 persen dari total produksi buah nasional. Pada 2015 – 2016 tidak ada impor pisang. Tercatat pada 2018 ekspor pisang sebesar 30.372 ton, sementara ekspor 2019 dari Januari-Maret 2019 sebesar 9.546 ton.

Priangan Timur adalah sebutan suatu wilayah di Provinsi Jawa Barat sebelah timur yang mencakup beberapa kabupaten di antaranya Kabupaten Ciamis. Kabupaten ini merupakan salah satu sentra pisang di Jawa Barat yang memiliki potensi tinggi. Hal ini dapat dilihat dari luasnya ketersediaan lahan, kesesuaian lahan, agroklimat yang mendukung serta besarnya peluang pasar yang masih terbuka baik untuk konsumsi segar maupun olahan.

Petugas Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis, Adang, mengungkapkan bahwa produksi pisang di Ciamis pada 2018 mencapai 1.058 ton dari luas tanam seluas 154,50 hektare. Varietas yang banyak dikembangkan adalah pisang nangka, ambon, rajabulu, lampeneng, tanduk dan kepok.

Baca juga  Bisnis Model Pembangunan Desa Indonesia Menjadi Magnet Negara Berkembang

Pada 2019, Kabupaten Ciamis mendapatkan alokasi dana pengembangan kawasan melalui APBN seluas 50 hektare dengan rincian 20 hektare untuk perluasan kawasan pisang dan sisanya 30 hektare pemeliharaan lahan pisang.

Pihak Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis telah melakukan identifikasi CPCL (Calon Petani Calon Lokasi) di beberapa kecamatan. Untuk perluasan kawasan pisang seluas 20 hektare akan dilaksanakan di Kecamatan Kawali, Lumbung, Panjalu, Baregbeg dan Kecamatan Cijeungjing. Sementara untuk pemeliharaan pisang seluas 30 hektare dialokasikan pada Kecamatan Sadananya, Pamarican, Panjalu dan Kecamatan Purwadadi.

Untuk menjamin keberhasilan pengembangan kawasan pisang di Kabupaten Ciamis, petani perlu didorong untuk melaksanakan budidaya yang mengacu pada prinsip SOP (Standard Operational Procedure) dan GAP (Good Agricultural Practices). Prosedur ini meliputi pengolahan lahan, pengairan, pengaturan jarak tanam, pemupukan, penjarangan anakan serta pemilihan benih yang baik sehingga produksi pisang mempunyai mutu yang dinginkan konsumen atau pasar.

Baca juga  Presiden Jokowi Pastikan Distribusi Vaksin Merata Hingga ke Pelosok

Dari segi kelembagaan telah berdiri beberapa kelompok tani yang tersebar di beberapa kecamatan sentra. Salah satu ketua kelompok tani, Haryono, menyatakan bahwa pemasaran pisang di Kabupaten Ciamis tidak menemui banyak kendala.

“Sejauh ini kami tidak menemui kendala karena tingginya permintaan termasuk memenuhi kebutuhan pengrajin pisang olahan bahkan masih banyak permintaan pasar yang belum terpenuhi,” ujar Haryono.

Dengan adanya program pengembangan kawasan pisang ini, Plt Direktur Buah dan Florikultura, Sri Wijayanti Yusuf berharap produksi dan mutu pisang di Kabupaten Ciamis dapat terus meningkat.

“Iya tentunya kami berharap produksi dan mutu pisang di Kabupaten Ciamis dapat terus meningkat. Dapat memenuhi kebutuhan pasar lokal maupun ekspor sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Yanti.

Latest Articles

Mau Ikut PTSL? Ketahui Biaya Persiapannya yang Berlaku di Masing-Masing Wilayah

Agraria.today | Jakarta - Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap...

Lebih dari 1.000 Hektare Sawah Terdampak Bencana Pulih, Ketahanan Pangan Makin Terjamin

Agraria.today - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi...

Buka Forum Bakohumas 2026, Sekjen ATR/BPN Tekankan Penyamaan Persepsi dalam Implementasi Sertipikat Elektronik

Agraria.today | Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agraria...

Pastikan Data Sertipikat Tanah Sesuai, Ini Cara Mudah Pengecekannya

Agraria.today | Jakarta - Masyarakat kini bisa memastikan kesesuaian...

Siapkan Ketersediaan SDM yang Berintegritas, Sekjen ATR/BPN Minta Dukungan Komisi II DPR RI dalam Transformasi STPN

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Mendagri Tegaskan Pemerintah Siap Perkuat Pengawasan dan Optimalisasi Dana Otsus

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad...

Related Articles

Mau Ikut PTSL? Ketahui Biaya Persiapannya yang Berlaku di Masing-Masing Wilayah

Agraria.today | Jakarta - Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang mulai berjalan sejak 2017, telah berhasil mendaftarkan tanah secara masif. Dari total bidang...

Buka Forum Bakohumas 2026, Sekjen ATR/BPN Tekankan Penyamaan Persepsi dalam Implementasi Sertipikat Elektronik

Agraria.today | Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Dalu Agung Darmawan, secara resmi membuka Forum Badan Komunikasi...

Pastikan Data Sertipikat Tanah Sesuai, Ini Cara Mudah Pengecekannya

Agraria.today | Jakarta - Masyarakat kini bisa memastikan kesesuaian data sertipikat tanah secara lebih mudah tanpa harus datang ke Kantor Pertanahan. Melalui layanan digital...