Terkini AgrariaBadan Ketahanan Pangan Kementan RI Sidak Harga di Pasar Ibuh Payakumbuh

Badan Ketahanan Pangan Kementan RI Sidak Harga di Pasar Ibuh Payakumbuh

Payakumbuh – Jelang lebaran, sejumlah komoditi pangan kerap mengalami lonjakan harga. Untuk memeriksa harga dan kestabilan harga pangan, Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian RI melalui Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan, Prof. Dr. Ir. Risfaheri, M.Si mendadak mengunjungi Kota Payakumbuh, Senin (3/6)

Kedatangan Risfaheri disambut oleh Asisten 1 Setdako Yoherman, Kadis Ketapang Edvidel Arda, serta Kabid Kehumasan Irwan Suwandi di Balai Kota Eks Lapangan Poliko.

Kadis Edvidel Arda yang didampingi Kabid Distribusi dan Ketersediaan Pangan Alitismal serta Petugas Enumerator Harga Qory Gunanda turut turun ke lapangan mendampingi dan ikut memantau harga dan ketersediaan bahan pangan bersama petinggi lembaga kementerian tersebut menyusuri ruas-ruas kios pedagang di pasar Ibuh.

Saat mengunjungi kios, pedagang Salah seorang pedagang, Dewi mengatakan harga bahan pokok masih tergolong wajar, tidak terlalu banyak keluhan dari pembeli, ketersediaan mencukupi dan harga stabil, meskipun ada beberapa komoditi yang mengalami kenaikan, namun tidak begitu signifikan.

“Bapak kementerian sama bapak kepala dinas, terimakasih sudah datang memantau, agar kami bisa juga menyampaikan sedikit keluhan dari para pedagang, selain itu pak harga cabe tolong dikondisikan ya pak, kami susah menjawab pertanyaan pembeli kenapa harga cabe naiknya sampai nambah Rp.10.000 hari ini?” keluh Dewi.

Baca juga  Wow, Puncak Marajo Ngalau Indah Miliki Jalur Pedestrian Baru

Sementara itu, harga daging sapi sampai saat ini terpantau berada di angka Rp.125.000 hingga Rp.130.000/Kg, daging ayam Rp.25.000/Kg, telur Rp.1400/butir, bawah putih Rp.35.000/Kg, bawang merah Rp.32.000/Kg, minyak goreng Rp.10.000/Kg, serta Gula yang sejak sebelum memasuki bulan ramadhan harganya sudah naik dari Rp.11.000 menjadi Rp.13.000/Kg, kemudian tepung terigu untuk kebutuhan kue lebaran juga normal di angka Rp.7000 hingga Rp.8000/Kg.

“Tadi pas kita datang, ada 1 komoditi yang menjadi pusat perhatian dan omelan dari emak-emak yang berbelanja, yaitunya harga cabe yang melonjak, tadi pedagang bilang cabe mendekati harga Rp. 50.000/Kg, setelah sehari sebelumnya hanya Rp.40.000/Kg, kita rasa kenaikannya tidak begitu memberatkan,” ujar Risfaheri.

Risfaheri menjawab sampai saat ini harga bahan pokok di Pasar Ibuh Payakumbuh masih tergolong wajar, di luar Sumbar bahkan harga daging mencapai Rp.150.000/Kg. Disebutkan juga bawang putih yang pada awal ramdhan mengalami inflasi dapat ditekan setelah operasi pasar, dan harga jualnya kembali normal.

“Setelah kita tanya, cabe di Pasar Ibuh ini kata pedagang berasal dari daerah tetangga ya, selain itu kita juga faham masyarakat minang kan suka buat rendang kalau lebaran, makanya permintaan cabe meningkat, selain itu petani cabe yang menjadi pemasok mungkin juga sedang berbelanja baju lebaran atau mereka beristirahat panen sejenak, saat ini kita terus melakukan pemantauan, apabila terjad lonjakan yang begitu jauh, maka jalan keluarnya kita Operasi Pasar kembali,” tukuk Risfaheri.

Baca juga  Undang Peneliti BRIN dan Dosen STPMD-APMD, MIPI Kaji Pemikiran Masa Depan Otonomi Daerah Sesi 5

Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan Edvidel mengatakan Kementerian Pertanian meminta pendampingan dari Pemko Payakumbuh untuk menemani ke Pasar Ibuh dan ikut meninjau harga pangan jelang lebaran.

“Kita berkewajiban mendampingi dan meninjau langsung ke lapangan, alhamdulillah kondisi harga tidak mengalami inflasi, kita sedikit melirik kepada harga cabe yang kenaikannya masih tergolong wajar, dibandingkan jelang lebara tahun kemaren harganya malah sampai Rp.80.000 ujar Edvidel.

Namun, sesudah lebaran nanti harga kebutuhan tersebut diperkirakan akan kembali normal, paling tidak 1 minggu setelah lebaran akan berangsur-angsur turun.

“Kita berharao semoga tidak akan terjadi inflasi, karena akan memberatkan masyarakat, dan kemarin harga bawang putih sudah bisa dikondisikan kembali normal usai pemerintah operasi pasar,” tandasnya. (fs)

Latest Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Pemerintah Finalisasi Rencana Induk Pemulihan Pascabencana Sumatra

Agraria.today | Jakarta – Pemerintah menyiapkan rencana induk Percepatan...

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Perkuat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Wamen Ossy: Targetkan Peta LSD Baru di 17 Provinsi

Agraria.today | Jakarta - Pemerintah berencana memperkuat pelaksanaan pengendalian...

Related Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melaksanakan Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriksaan (TLRHP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)....

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) tengah membahas Klasifikasi Rincian Output (KRO) dan Rincian Output (RO) sebagai dasar...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, melaporkan capaian kinerja dan realisasi anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun...