Terkini AgrariaMembangun Peradaban Melalui Gerakan Literasi

Membangun Peradaban Melalui Gerakan Literasi

Jakarta – Para pendiri bangsa (founding fathers) telah merumuskan pemikiran visioner berkenaan dengan ikhtiar membangun sebuah bangsa yang maju dan modern di masa depan. Di dalam Pembukaan UUD 1945, mereka menulis amanat sejarah bahwa negara berkewajiban untuk (i) mencerdaskan kehidupan bangsa dan (ii) memajukan kesejahteraan umum.

Pemerintah wajib menunaikan amanat tersebut melalui pembangunan pendidikan yang berkualitas bagi segenap warga Negara. Pendidikan dapat mendorong suatu bangsa mencapai kemajuan di berbagai bidang kehidupan. Pendidikan dapat melahirkan insan-insan terpelajar yang mempunyai pengetahuan dan keterampilan serta menguasai teknologi, penggerak utama dalam proses transformasi sosial menuju masyarakat yang maju, makmur, dan sejahtera.

Menurut Direktur Perguruan Tinggi, IPTEK dan Kebudayaan Kementerian PPN/ BAPPENAS, Amich Al-Humami, perpustakaan bersama dengan pendidikan harus dimaknai sebagai bagian dari Strategi Kebudayaan, untuk mewujudkan literate society melalui suatu gerakan literasi yang bersifat kolektif. Perpustakaan berkontribusi besar dalam membangun masyarakat berpengetahuan (knowledge society).

Baca juga  500 Penari Tarian Kolosal Nias Meriahkan Puncak Sail Nias 2019

“Perpustakaann meerupakan Pilar penting untuk membangun masyarakat berpengetahuan. Membangun literasi juga berarti membangun peradaban, sejarah mencatat peradaban kita juga dibangun oleh ilmuan dan ilmu pengetahuan melalui perpustakaan. Oleh karenanya perpustakaan masih harus menjadi rujukan masyarakat meskipun di era digital, peranan perpustakaan tak akan tergantikan,” papar Amich.

Ditambahkan Amich, literasi merupakan faktor esensial dalam upaya membangun fondasi yang kokoh bagi terwujudnya masyarakat berpengetahuan dan berkarakter.

“Tidak hanya membaca, menulis & berhitung, tapi juga bentuk cognitive skills yang tercermin pada kemampuan mengidentifikasi, memahami, dan menginterpretasi informasi yang diperoleh untuk ditransformasikan ke dalam kegiatan-kegiatan produktif yang memberi manfaat sosial, ekonomi, dan kesejahteraan,” kata Amich.

Makna literasi sudah diperluas, melampaui pengenalan abjad dan angka. Tetapi sudah bisa diperluas menjadi; Kemampuan mengembangkan Iptek untuk kegiatan produktif yang memberi manfaat ekonomi, kemampuan meningkatkan daya saing ekonomi, kemampuan mengatasi persoalan, meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan, serta Kemampuan berpikir logis, kritis dan analitis. Karenanya perluasan paradigma literasi bisa dimulai dengan Perpustakaan.

Baca juga  Sekjen Kemendagri Pimpin Rapat Pembahasan Hasil Musrenbang RKPD

“Perpustakaan harus mulai mengubah paradigma literasi keberaksaraan menuju paradigm literasi yang memberdayakan masyarakat. Sebab, dengan literasi seseorang bisa berfikir diluar kemampuan kognisinya, dari sinilah perpustakaan dan literasi juga berperan sebagai pendidikan karakter,” pungkas Almich.

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengimbau pemerintah daerah (Pemda) di Provinsi Nusa Tenggara Barat...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba cepat dan terbuka, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menetapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat. Kebijakan ini merujuk...