Tamu AgrariaPesan Doni Monardo kepada Putra-putri “Pahlawan Citarum Harum”

Pesan Doni Monardo kepada Putra-putri “Pahlawan Citarum Harum”

Ada begitu banyak pihak yang menyatukan langkah bersama Letjen TNI Doni Monardo dalam kiprah panjang perbaikan lingkungan yang rusak di seluruh wilayah Tanah Air. Satu di antara mereka adalah (alm) Kolonel CKM dr Is Priyadi Sp.OG.

Nama Kolonel Is Priyadi termasuk yang disebut oleh Doni Monardo ketika menyampaikan orasi ilmiah sesaat setelah menerima gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) dari IPB University, Sabtu (27/3/2021) di Bogor.

Pada halaman 8 naskah orasi Doni Monardo, disebutkan, “Proses penuntasan Citarum diawali dengan pemeriksaan sampel air yang dipimpin oleh Kakesdam III/Siliwangi, Kolonel dr. Is Priyadi, yang hasilnya air Citarum mengandung logam berat seperti Timbal, Cadmium,serta bakteri Salmonella, Ecoli, dan Pseudomonas Areogonosa. Sayang, dr. Is Priyadi telah wafat tahun lalu, meninggalkan jasa abadi bagi pemulihan Sungai Citarum.”

Siapa sangka, dua hari berselang, Senin (29/3/2021), Doni Monardo kedatangan tamu istimewa. Dia adalah Rr Dyah Sulistyorini, S.Sos, istri almarhum Is Priyadi, yang datang bersama putra kedua, Rohbi Visdya Adrian Hadinata, S.Ked, yang akrab disapa Rian.

Sambil menahan isak tangis, Dyah mengisahkan bagaimana suaminya begitu mengagumi Doni Monardo. Bahkan hingga akhir hayatnya, almarhum berharap bisa mendampingi mantan panglimanya itu dalam berperang melawan Covid-19. “Tapi takdir menentukan lain,” kata Dyah, sendu.

Baca juga  SUBAK - Sinergi Untuk Bali Asri Kembali

Sebelum diterima Doni Monardo, Dyah telah membuat poster empat lembar, berisi kliping pemberitaan atas wafatnya sang suami, disertai foto-foto. “Anak kami empat Bapak…. Poster-poster dan buku-buku ini kami cetak empat, niatnya saya akan bagikan kepada anak-anak, sebagai kenang-kenangan. Mohon berkenan Bapak (Doni) menandatangani,” ujar Dyah.

Antusias Doni menjawab perkenannya menandatangani poster-poster itu. Bukan hanya poster, tetapi juga buku berisi hasil penelitian almarhum saat mendapat tugas melakukan penelitian air Citarum. “Tentu saya bersedia menandanganinya. Masyarakat harus tahu, bahwa setelah ada hasil penelitian mengenai kadar pencemaran air Citarum yang dilakukan almarhum Kolonel Is Priyadi, barulah saya mengerjakan program Citarum Harum. Tanpa hasil penelitian almarhum, saya tidak bisa berbuat apa-apa,” kata Doni, Pangdam III/Siliwangi periode 2017 – 2018.

Doni pun mengilas balik. Sesaat setelah dilantik menjadi Pangdam III/Siliwangi, ia bertekad menuntaskan pencemaran Citarum, yang saat itu mendapat stigma salah satu sungai terkotor di dunia. “Tapi sebelumnya, saya tugaskan Kakesdam, Kolonel Is Priyadi untuk mengambil sampel air Citarum dan memeriksakan ke laboratorium independen. Saya bilang, jangan sampai bocor, ini hanya antara kita yang tahu. Saya khawatir kalau di lab yang tidak independen, hasilnya bagus-bagus saja,” kisah Doni, mengenang almarhum Kolonel CKM Is Priyadi, yang dalam beberapa kesempatan disebutnya sebagai salah satu pahlawan Citarum Harum.

Baca juga  Calon Pj Gubernur DKI Bahtiar, Diharapkan Mampu Dan Piawai Dalam Merawat Keberagaman Dalam Harmoni Persatuan Bangsa

Dalam pertemuan itu, Doni juga sempat menanyakan kondisi keluarga, utamanya putra-putri dokter Is Priyadi almarhum. Dyah pun menyebutkan satu per satu putra-putrinya. Yang sulung Rohbi Visdya Harris Chandra, S.kom. Putra kedua, Rohbi Visdya Adrian Hadinata, S.Ked (Rian) yang mendampingi ibunda. Yang ketiga Rohbi Visdya Novrian Ardiansyah, masih kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya semester 6. Yang bungsu, Rohbita Visdya Hestika Anggraini, masih kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya semester 2.

Penuh kebapakan, Doni memandang Rian sambil berkata, “Jangan patah semangat. Sampaikan ke kakak-kakak dan adikmu, harus terus kuliah sampai selesai.” Rian menjawab correct, “Siap, Bapak!” (roso daras)

 

#SiapUntukSelamat
#KitaJagaAlamJagaKita
#BudayaSadarBencana
#BersatuLawanCovid19
#CuciTangan
#JagaJarak
#MaskerUntukSemua
#DiRumahAja

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

TATA KELOLA PEMBANGUNAN PAPUA: MELAMPAUI SEKADAR SAWIT

Agraria.today - Pembangunan Papua pada dasarnya adalah upaya mencari keseimbangan antara kesejahteraan, keberlanjutan ekologi, dan legitimasi sosial dalam satu kerangka kebijakan yang utuh. Tantangannya...

PAPUA, PEMBANGUNAN, DAN KEHATI-HATIAN NEGARAMenimbang ESG Sawit dan Hutan dalam Perspektif GRC

Agraria.today - Perdebatan mengenai pembangunan Papua kembali mengemuka, kali ini melalui isu kelapa sawit. Namun sesungguhnya yang sedang diuji bukanlah satu komoditas, melainkan cara...

PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM DI PERSIMPANGAN JALAN?

Agraria.today - UUD 1945 pasal 33 ayat 3, menyatakan bahwa : “Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan...