Tamu AgrariaSuri Tauladan Moralitas yang Hidup dan Menerangi dari Buya Maarif

Suri Tauladan Moralitas yang Hidup dan Menerangi dari Buya Maarif

[et_pb_testimonial _builder_version=”3.13″ author=”Muhd. Abdullah Daraz” job_title=”Den Haag” company_name=”21 Agustus 2019″ portrait_url=”https://www.agraria.today/wp-content/uploads/2019/08/AFDF2019__MuhammadDarraz.jpg” background_color=”#a8cf45″ quote_icon_background_color=”#f5f5f5″ body_text_color=”#000000″]bahwa beliau telah dipertemukan dengan orang yang telah menghujat dan menghinanya untuk sebuah tujuan mulia[/et_pb_testimonial]

 

Saya merasa beruntung bisa banyak belajar tentang mempraktekkan akhlak Islam dari seorang Buya Ahmad Syafii Maarif.

Beliau bukan hanya seorang pribadi yang bersahaja, namun juga senantiasa berusaha untuk secara konsisten (istiqamah) menautkan antara keyakinan dan ucapannya dengan laku “lampah”nya.

Akhlak di tangan Buya, bukan hanya sekedar hiasan di bibir, tapi dengan upaya yang konsisten beliau terus upayakan untuk diwujudkan dalam perbuatan dan kehidupan sehari-hari.

Beliau teguh memegang agar tidak sampai terjadi pecah kongsi antara kata dan laku.

Melalui foto ini, hari ini saya dapat informasi dari keponakan beliau Bung Asmul Khairi , bahwa beliau telah dipertemukan dengan orang yang telah menghujat dan menghinanya untuk sebuah tujuan mulia: memaafkan orang tersebut.

Ceritanya, beberapa bulan yang lalu ada seorang menggunakan sebuah akun Facebook menghardik dan mencaci maki Buya, dengan “doa-doa buruk” yang sangat tak pantas untuk diutarakan oleh seseorang terhadap diri Buya.

Baca juga  Studi ungkap pengaruh buruk medsos bagi kalangan remaja

Tentu Buya seperti biasa tidak pernah menggubris berbagai cacian yang menerpa dirinya. Laku sabar adalah bagian yang tak terpisahkan dari lelaki sepuh yang sudah berusia 84 tahun 3 bulan ini.

Namun banyak kolega dan anak-anak ideologis beliau yang merasa “gerah” atas perlakukan orang terhadap mantan tokoh puncak Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu. Dan kasus seperti ini bukanlah sebuah kasus yang pertama.

Akhirnya beberapa minggu yang lalu, dibawah koordinasi mas Ihsan Tanjung, akun atas nama ini dilaporkan ke direktorat Siber Mabes Polri. Setelah ditelusuri, diketahui bahwa pemilik akun yang telah menghina Buya ini adalah seorang paruh baya, pensiunan sebuah perusahaan, usianya tidak muda lagi, dan tinggal di Jakarta.

Tidak ada alasan yang jelas mengapa dia telah begitu gamblangnya memperlihatkan “kebencian” terhadap sosok Buya Ahmad Syafii Maarif melalui cacian di akun medsosnya. Alasan yang keluar hanyalah sebuah keisengan ketika ia melakukan perbuatan tercela tersebut.

Baca juga  Dapat ancaman mati, Scooter Braun ingin damai dengan Taylor Swift

Hari ini Buya membalas cacian itu dengan sebuah permaafan. Ya, memaafkan orang yang telah mencacinya, memaafkan cacian yang telah dilemparkan kepadanya. Membalas cacian dengan rangkulan. Membalas cacian dengan kasih sayang.

Semua ini tak lain karena beliau adalah seorang yang otentik dalam kemerdekaan dirinya. Kemerdekaan diri yang ditopang secara kokoh oleh akar spiritualitas yang tak tergoyahkan. Agama atau spiritualitas yang betul-betul beliau hidupi dan tegakkan secara konsisten.

Karena beliau seringkali mengingatkan, bahwa kemuliaan agama (Islam) yang terkandung dalam kitab suci harus diwujudkan dalam kehidupan untuk mengangkat martabat manusia dan kemanusiaan, bukan untuk menghinakan dan merendahkan martabat kemanusiaan.

Buya adalah sebuah instansiasi “moralitas yang hidup” tentang kasih sayang dan akhlak yang terpuji. Panutan dan teladan bagi saya dan kita semua. Pada orang-orang seperti inilah sudah sepatutnya bangsa ini bercermin dan “berkiblat”.

Latest Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Pemerintah Finalisasi Rencana Induk Pemulihan Pascabencana Sumatra

Agraria.today | Jakarta – Pemerintah menyiapkan rencana induk Percepatan...

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Perkuat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Wamen Ossy: Targetkan Peta LSD Baru di 17 Provinsi

Agraria.today | Jakarta - Pemerintah berencana memperkuat pelaksanaan pengendalian...

Related Articles

TATA KELOLA PEMBANGUNAN PAPUA: MELAMPAUI SEKADAR SAWIT

Agraria.today - Pembangunan Papua pada dasarnya adalah upaya mencari keseimbangan antara kesejahteraan, keberlanjutan ekologi, dan legitimasi sosial dalam satu kerangka kebijakan yang utuh. Tantangannya...

PAPUA, PEMBANGUNAN, DAN KEHATI-HATIAN NEGARAMenimbang ESG Sawit dan Hutan dalam Perspektif GRC

Agraria.today - Perdebatan mengenai pembangunan Papua kembali mengemuka, kali ini melalui isu kelapa sawit. Namun sesungguhnya yang sedang diuji bukanlah satu komoditas, melainkan cara...

PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM DI PERSIMPANGAN JALAN?

Agraria.today - UUD 1945 pasal 33 ayat 3, menyatakan bahwa : “Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan...