Tamu AgrariaMengenal Riza Falepi, Kepala Daerah Inovatif (Bag. II)

Mengenal Riza Falepi, Kepala Daerah Inovatif (Bag. II)

Harapan besar masyarakat Payakumbuh dijawab Riza dengan kerja maksimal. Jejak-jejak inovasi dan prestasi Riza bersama jajaran bisa ditelusuri pada semua sektor kehidupan di Payakumbuh. Tak hanya di sektor layanan dasar, seperti infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan. Tetapi juga pada sektor pemerintahan, ekonomi, pertanian, pemuda, olahraga, dan lainnya. Semua jejaknya nyata dan bisa dinikmati masyarakat Payakumbuh.

Pada sektor keagamaan, Riza menjadi wali kota pertama yang mencanangkan Pesantren Ramadan yang belum ada pada periode pemerintahan Wali Kota Payakumbuh sebelumnya. Dia juga mencanangkan program Payakumbuh Menghafal dan menyediakan hadiah umrah bagi pelajar yang hafal Alqur’an 30 juz.

Berbagai program keagamaan lainnya juga dicanangkan mantan Anggota DPD RI ini. Gerakan Subuh Berjamaah menjadi sarana dialog dan silaturahmi bagi Riza untuk menyerap aspirasi masyarakat dari masjid ke masjid di samping menumbuhkan semangat cinta masjid di kalangan generasi muda. Lalu ada program Payakumbuh Berwakaf. Program kerja sama Pemko dengan Kemenag Payakumbuh itu merupakan program pertama di Indonesia sehingga Payakumbuh dijadikan sebagai pilot project nasional.

Baca juga  Pemkot Payakumbuh Gelar Rapat Guna Taksir Harga Pohon Pelindung

[learn_more caption=”Baca juga” state=”open”]Mengenal Riza Falepi, Kepala Daerah Inovatif (Bag. I)

Mengenal Riza Falepi, Kepala Daerah Inovatif (Bag. III)

Mengenal Riza Falepi, Kepala Daerah Inovatif (Bag. IV-Habis)[/learn_more]

Dalam hal infrastruktur keagamaan, keberadaan masjid yang representatif sangat dibutuhkan masyarakat Payakumbuh sebagai pusat kegiatan keagamaan. Hal itu begitu disadari Riza. Pembangunan Masjid Agung Payakumbuh sudah direncanakannya sejak awal menjabat. Lahan dan maket masjid sudah disiapkan namun keinginannya tersebut ditolak oleh DPRD Payakumbuh karena lahan yang tersedia dianggap kurang layak. Mantan Aktifis Masjid Salman ITB itu tak patah arang. Pembangunan Masjid Agung dialihkan ke kawasan Sawah Kareh, Kelurahan Pakan Sinayan, Kecamatan Payakumbuh Barat. Niniak mamak dan masyarakat setempat menyambut baik rencana pembangunan tersebut sehingga mulai dilakukan proses pembebasan lahan.

Pada sektor pendidikan, Riza memberikan perhatian penuh dalam meningkatkan mutu pendidikan. Dari segi anggaran, sektor pendidikan menjadi prioritas dalam melahirkan anak didik yang berakhlak mulia. Alokasi anggaran pendidikan di APBD Payakumbuh bahkan mencapai 30%. Peningkatan kualitas guru dan pengajar juga menjadi fokus perhatiannya. Hasilnya, Payakumbuh mampu menjadi Pengelola Pendidikan Terbaik di Sumbar. Dari segi pembangunan di bidang pendidikan, Riza berinovasi untuk mendirikan 2 sekolah baru yaitu SMAN 5 Payakumbuh dengan konsep Boarding dan SMK 4 dengan konsep SMK Informasi Teknologi (IT).

Baca juga  Dipadukan Dengan TBP, Pemkot Payakumbuh Latih 12 Calon Wirausaha Sepatu

Sektor infrastruktur Payakumbuh mengalami kemajuan sangat pesat. Riza banyak melakukan perbaikan dan pelebaran jalan sehingga jalan Payakumbuh masuk kategori baik atau mulus mencapai 95%. Berbagai pembangunan infrastruktur dilakukan seperti Normalisasi Batang Pulau, pembangunan drainase, saluran irigasi, embung, dan Water Treatment Plant (WTP) yang merupakan teknologi canggih untuk memfilter air Batang Agam menjadi air layak minum.

Berbekal kepiawaian lobi dan jaringan Riza di tingkat pusat, dia berhasil mendatangkan anggaran dari Kementerian PUPR untuk mega proyek Normalisasi Batang Agam. Anggaran senilai Rp 195 M digelontorkan pemerintah pusat untuk pembangunan terbesar yang ada dalam sejarah Kota Payakumbuh. Proyek multiyears dengan pengerjaan sepanjang 10,6 km Batang Agam itu merupakan masterpiece Riza selama memimpin Payakumbuh. (bersambung)

Latest Articles

Upaya Berkelanjutan Satgas PRR Sukses Normalisasi Puluhan Sungai dan Muara Terdampak Bencana

Agraria.today - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi...

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Related Articles

Mendukung Presiden Prabowo Selamatkan Habitat Gajah Berbasis Lanskap Tesso Nilo dan Mencabut Izin PBPH

Agraria.today - Keputusan pemerintah mencabut izin-izin perusahaan di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat hari (Selasa, 20/1) kemarin patut diapresiasi dan dimaknai sebagai upaya...

TATA KELOLA PEMBANGUNAN PAPUA: MELAMPAUI SEKADAR SAWIT

Agraria.today - Pembangunan Papua pada dasarnya adalah upaya mencari keseimbangan antara kesejahteraan, keberlanjutan ekologi, dan legitimasi sosial dalam satu kerangka kebijakan yang utuh. Tantangannya...

PAPUA, PEMBANGUNAN, DAN KEHATI-HATIAN NEGARAMenimbang ESG Sawit dan Hutan dalam Perspektif GRC

Agraria.today - Perdebatan mengenai pembangunan Papua kembali mengemuka, kali ini melalui isu kelapa sawit. Namun sesungguhnya yang sedang diuji bukanlah satu komoditas, melainkan cara...