Ragam AgrariaCatatan Al azhar: Sastra dan Kebudayaan

Catatan Al azhar: Sastra dan Kebudayaan

Tempat sastra dalam kebudayaan

[et_pb_testimonial _builder_version=”3.13″ author=”Datuk Seri Al-Azhar” job_title=”Ketua Majelis Kerapatan Adat” company_name=”Lembaga Adat Melayu Riau” portrait_url=”https://agraria.today/wp-content/uploads/2018/10/datuk_seri_al-azhar.jpg” background_color=”#a8cf45″ quote_icon_background_color=”#f5f5f5″ body_text_color=”#000000″]Di manakah tempat sastra dalam kebudayaan? Setiap sastra adalah hasil karya manusia. Di dalam proses produksinya, sastra dijelmakan melalui aturan-aturan (konvensi) kebudayaan tertentu, yang sekaligus menjadi pintu masuk bagi khalayak untuk memahaminya.[/et_pb_testimonial]

 

Oleh karena itu, sastra adalah artefak kebudayaan; wujudnya menggunakan unsur-unsur formal kebudayaan (bahasa dan kesenian, misalnya), dan dalam bingkai anggapan fiksionalitasnya yang dikenakan padanya, kenyataan-kenyataan kebudayaan sentiasa terjejaki. Itulah sebabnya orang memerlukan pengetahuan relatif mengenai konvensi budaya yang melatari sebuah sastra sebagai bekal awal untuk menanggapi (memetik makna) karya sastra itu.

Pernyataan terakhir ini bukanlah bermaksud menafikan kemungkinan universalitas satu atau lebih karya sastra, dan menganggap setiap karya sastra ‘terkunci’ di dalam partikularitasnya belaka. Universalitas suatu karya sastra pada akhirnya adalah persoalan khalayak penyimak karya itu sendiri: harapan-harapan apa yang dibawanya dalam dialog dengan karya itu?

Baca juga  Presiden Jokowi Terima Pinangan Anugerah Gelar Adat dari LAMR

Untuk ini, sebagai contoh, saya ingin menyebut Will Derks dan hasil dialognya dengan dua versi cerita lisan Panglimo Awang yang didendangkan oleh Pak Ganti dan Pak Taslim dalam bahasa Melayu logat Rokan. Berdasarkan pembacaan mendalamnya atas transkripsi rekaman dan terjemahan (bahasa Inggris) kedua versi cerita itu, Derks berpendapat bahwa cerita Panglimo Awang yang sangat ‘lokal’ itu terbukti bisa dibaca sebagaimana ‘orang Barat’ membaca karya-karya Thomas Mann dan lain-lain.

Pada peringkat tertentu, pembacaan tersebut menghasilkan makna-makna universal yang sama dengan karya-karya kanonik dalam sastra dunia. (Lihat disertasinya: The Feast of storytelling: on Malay oral tradition, 1994). Sebelum itu, Maier dalam bukunya In the center of authority: the Malay Hikayat Merong Mahawangsa (1988) telah pula ‘mengejar’ dan menyentuh universalitas hikayat Melayu (Kedah) Merong Mahawangsa (yang diperkirakan ditulis pada pertengahan abad ke-19) sebagai sebuah kisahan yang menganjungkan ambiguitas; sebuah gejala yang dalam pensejarahan sastra dunia ditempatkan sebagai ciri sastra mutakhir.

Baca juga  Penonton ramai-ramai tinggalkan film "The Painted Bird" di Toronto

Demikian pula Vladimir Braginsky (1979) dan G.L. Koster (1993/2011), yang dalam penjelajahan mereka atas teks-teks Melayu dari tradisi naskah (oral-aural manuscripts) sampai akhir abad ke-19, telah menemukan keindahan universal sastra Melayu tersebut di balik tampilan partikularnya.

Latest Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Pemerintah Finalisasi Rencana Induk Pemulihan Pascabencana Sumatra

Agraria.today | Jakarta – Pemerintah menyiapkan rencana induk Percepatan...

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Perkuat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Wamen Ossy: Targetkan Peta LSD Baru di 17 Provinsi

Agraria.today | Jakarta - Pemerintah berencana memperkuat pelaksanaan pengendalian...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...