Ragam AgrariaMengapa WhatsApp Business tidak jadi satu dengan WhatsApp?

Mengapa WhatsApp Business tidak jadi satu dengan WhatsApp?

Jakarta ((Feed)) – Sejak diluncurkannya WhatsApp Business pada 2018, kehadirannya diklaim telah membantu sekira lima juta pengguna pelaku bisnis kecil dan menengah di dunia.

Untuk dapat mengakses layanan ini, pengguna harus mengunduh WhatsApp Business secara terpisah dengan aplikasi WhatsApp yang biasa digunakan sehari-hari, yang berarti memori penyimpanan harus disiapkan.

Menurut Direktur Komunikasi APAC WhatsApp Sravanthi Dev saat ditemui di Jakarta, Selasa, obrolan soal menggabungkan kedua layanan ini telah dibicarakan pihaknya. Namun, mereka tetap memilih untuk memisahkan keduanya.

“Kita sudah membicarakan soal ini secara internal. Tapi feedback yang kita dapatkan dari pelaku bisnis, mereka lebih prefer untuk melakukan kegiatan bisnis dan personalnya secara terpisah,” kata Dev.

Lebih lanjut, berdasarkan masukan yang WhatsApp terima, pelaku bisnis di WhatsApp Business hanya menggunakan aplikasi tersebut untuk terhubung dengan pelanggannya saja, bukan untuk hubungan personal.

Baca juga  Bidik juara umum, Indonesia siapkan 10 lifter

“Seperti yang kita tahu, pengguna memakai WhatsApp di kehidupan personalnya, untuk percakapan yang privat seperti keluarga dan teman,” kata Dev.

“Sedangkan di WhatsApp Business mereka menggunakannya untuk reach out dengan pelanggan, setelah transaksi lalu percakapan itu biasanya selesai,” ujarnya melanjutkan.

Dari pertimbangan itulah, WhatsApp memilih untuk tetap memisahkan kedua layanan yang dinilai memiliki fungsi dan kegunaan masing-masing.

Bicara mengenai perkembangan fitur dari WhatsApp Business, Dev mengatakan bahwa pihaknya terbuka dengan masukan para pengguna untuk mempermudah kegiatan jual-beli mereka.

“Kami sangat terbuka untuk saran dan kemungkinan-kemungkinan lain untuk fitur di platform WhatsApp Business ini,” ujar dia.

 

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...