Ragam AgrariaNTT Startup Challenge kembali digelar, dorong ekosistem startup

NTT Startup Challenge kembali digelar, dorong ekosistem startup

Jakarta ((Feed)) – Untuk ketiga kalinya, NTT Startup Challenge 2019 kembali digelar di Indonesia dengan tujuan untuk terus mendorong terbentuknya ekosistem yang lebih baik perusahaan rintisan atau startup di Indonesia.

“Tujuan kami menggelar Startup Challenge ini intuk mendukung ekosistem startup di Indonesia untuk lebih berkelanjutan. NTT sudah dua tahun fokus menghubungkan antar-startup, tahun ini kami juga menjodohkan startup dengan pelanggan kami,” ujar SVP of Business planning, NTT Ltd, Shigeki Hayashi, dalam temu media di Jakarta, Kamis.

Komite NTT Startup Challenge telah menerima aplikasi-aplikasi dengan beragam proposal dari perusahaan-perusahaan rintisan yang berasal dari sektor vertikal yang berbeda-beda.

Tahun ini, tiga besar vertikal yang paling popular adalah Fintech (12 persen), Edutech (11 persen), dan Matching platform (10 persen).

Vertikal lainnya yang turut serta dalam kegiatan ini adalah e-Commerce (enam persen), Healthcare (lima persen), AgriTech (empat persen), Perjalanan, Olahraga, Makanan, Marketplace (tiga persen), Logistik, HR, Crowdfunding, Pengelolaan Sampah, AI, Perangkat Keras (dua persen).

Baca juga  Papua Terkini - Fatayat NU apresiasi sikap Jokowi atasi Papua

Tahun lalu, vertikal yang paling diminati adalah Agritech dan e-Commerce. Tren ini berubah didorong dengan banyaknya perusahaan rintisan yang melihat peluang di Fintech dan Edutech yang akan mendorong perekonomian negara-negara di Asia Tenggara dalam lima tahun mendatang.

“Kami telah menerima lebih dari 600 aplikasi tahun ini dan telah memilih sepuluh finalis untuk menghadiri kontes pemaparan singkat ide,” kata pencentus dan pemilik program NTT Startup Challenge, Yasunori Kinebuchi.

Sepuluh finalis telah mempresentasikan ide-ide mereka, kepada panelis juri yang berasal dari berbagai latar-belakang profesi dan bisnis pada Rabu (20/11).

Para finalis juga diberikan kesempatan untuk bertemu dengan beberapa investor dan perusahaan-perusahaan, termasuk NTT dan mitra-mitra strategisnya pada hari kedua, Kamis.

Dari sepuluh finalis — tujuh startup asal Indonesia, dua startup asal Singapura, dan satu startup asal Malaysia — NTT mengumumkan tiga pemenang NTT Startup Challenge 2019, yang keseluruhannya berasal dari Indonesia.

Pemenang pertama adalah Nodeflux perusahaan rintisan yang menyediakan real data monitoring mengenai pengenalan dan tingkah laku manusia menggunakan teknologi AI.

Baca juga  Saham Tokyo ditutup naik tipis didukung aksi beli kembali

Teknologi mereka bisa digunakan di berbagai industri seperti perbankan, periklanan, dan hospitality, serta mendukung konsep kota pintar.

Pemenang kedua yaitu Modal Rakyat, perusahaan rintisan Fintech P2P dengan kemampuan mitigasi resiko keuangan, yang melayani B2B2C.

Pemenang ketiga yakni Awan Tunai perusahaan rintisan yang bergerak di bidang rantai pasokan dengan pengembangan keuangan mikro untuk pengecer yang memberikan informasi berupa data penjualan, informasi tentang kredit, hingga mitigasi resiko.

NTT Startup Challenge 2019 menyediakan total hadiah sebesar 10.000 dolar AS, dengan rincian 5.000 dolar AS untuk pemenang pertama, 3.000 dolar AS untuk pemenang kedua, dan 2.000 dolar AS untuk pemenang ketiga.

NTT Startup Challenge 2019 sebelumnya telah digelar di India pada Juni lalu. Selanjutnya, NTT berencana menyelenggarakan NTT Startup Challenge pada tahun 2020 di Indonesia dan di dua negara lainnya di Asia Tenggara.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...