Ragam AgrariaAplikasi kamera Android punya celah keamanan

Aplikasi kamera Android punya celah keamanan

Jakarta ((Feed)) – Sebuah eksploit, celah keamanan dalam aplikasi, ditemukan pada aplikasi kamera ponsel pintar bersistem operasi Android milik Google.

Dikutip dari GSM Arena, Kamis, tim peneliti keamanan telah menemukan cara untuk menerobos izin Android dan mengakses penyimpanan data ponsel.

Meskipun sebagian besar produsen ponsel telah menambal celah keamanan tersebut, para pengguna yang memasang aplikasi tambahan atau ROM khusus tanpa pembaruan perlu memperhatikan celah kemanan itu.

Google memungkinkan aplikasi pihak ketiga untuk meminta izin akses foto dan video ponsel, serta mengakses aplikasi kamera. Tapi, para peneliti bisa mendapatkan izin dari “aplikasi jahat” tanpa persetujuan pengguna.

Dengan memanipulasi tindakan dan maksud tertentu, peretas dapat memperoleh kendali atas aplikasi kamera dan dapat mengambil foto serta merekam video tanpa persetujuan pengguna.

Dalam skenario tertentu, celah keamanan itu juga memungkinkan peretas untuk mendapatkan kendali atas penyimpanan perangkat serta metadata lokasi ponsel (GPS) yang disimpan dalam format EXIF ​​foto dan video.

Baca juga  Joko Anwar cari penulis skenario untuk Jagat Sinema Bumilangit

Perangkat lunak yang dapat digunakan untuk mengakses sistem aplikasi (backdoor) dapat ditemukan bukan hanya pada perangkat Pixel melainkan juga pada ponsel dari vendor lain, seperti Samsung.

Temuan tersebut sudah ada pada Juli dan tim peneliti telah menghubungi Samaung dan Google, yang dengan cepat mengeluarkan “tambalan” untuk celah keamanan pada aplikasi kamera ponsel mereka.

Google juga telah menghubungi semua produsen perangkat bersistem Android tentang celah keaman tersebut, dan mendistribusikan “tambalan” sehingga semua orang yang menggunakan perangkat lunak resmi dan masih mendapatkan dukungan pabrikan harus aman.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...