Ragam AgrariaSatu elang jawa dan enam merak hijau dilepasliarkan di Ponorogo

Satu elang jawa dan enam merak hijau dilepasliarkan di Ponorogo

Ponorogo, Jatim ((Feed)) – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur melepasliarkan satu elang jawa (Nisaetus bartelsi) dan enam merak hijau (Pavo muticus) di kawasan Cagar Alam Gunung Picis dan Gunung Sigogor, Kabupaten Ponorogo.

Menurut siaran pers Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur, Rabu, tujuh satwa langka dan dilindungi yang dilepasliarkan di kawasan cagar alam di Kabupaten Ponorogo terdiri atas satu elang jawa jantan, dua merak hijau jantan, dan empat merak hijau betina.

“Elang jawa atau Nisaetus bartelsi merupakan salah satu spesies prioritas yang terancam punah. Satwa tersebut telah melalui tahapan rehabilitasi dan habituasi sebelum dilepasliarkan ke habitatnya,” kata Humas BBKSDA Jawa Timur Gatut Panggah Prasetyo.

Ia menjelaskan, rehabilitasi dan habituasi satwa-satwa tersebut dilakukan sejak Juli 2019 oleh Yayasan Konservasi Elang Indonesia (YKEI) bersama BBKSDA Jawa Timur dengan dukungan PT Pertamina Fuel Terminal Madiun.

Baca juga  Real Madrid ingin barter Toni Kroos dengan Paul Pogba

Cagar Alam Gunung Sigogor dipilih sebagai lokasi pelepasliaran karena memang merupakan habitat alami elang jawa dan telah ditetapkan sebagai tempat pemantauan elang jawa sejak 2014 oleh BBKSDA Jawa Timur.
 

Proses pelepasliaran satwa burung elang jawa di Cagar Alam Sigogor, Ponorogo. (HO BBKSDA Jawa Timur)

Menurut data BBKSDA, populasi elang jawa di Kawasan Cagar Alam Gunung Sigogor ada tujuh sampai 11 tahun 2019, sudah lebih banyak dari kondisi tahun 2014, ketika hanya ada tiga elang jawa saja di kawasan itu.

“Penambahan populasi ini menunjukkan bahwa pelepasliaran sebelumnya telah mengalami perkembangbiakan dan dapat dinyatakan berhasil, suatu prestasi yang membanggakan bagi dunia konservasi satwa di alam,” kata Gatut.
 

Burung langka elang jawa. ((Feed)/HO)

Burung merak hijau yang dilepasliarkan, menurut Gatut, dua di antaranya berasal dari penangkaran milik UD Tawang Arum milik Surat Wiyoto di Desa Tawang Rejo Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun.

Selain itu ada tiga merak hijau dari Lembaga Konservasi Perusahaan Daerah Obyek Wisata Umbul milik Pemerintah Kabupaten Madiun dan satu lagi dari warga yang menyerahkan burung itu ke BBKSDA Jawa Timur.

Baca juga  KSDA: Hutan Gunung Guntur Garut tiga kali terbakar selama kemarau

“Seluruh satwa yang dilepasliarkan telah diberi tanda, tagging pada tubuh…, hal ini bertujuan untuk mempermudah mengidentifikasi jika satwa tersebut tertangkap dan mempermudah monitoring perkembangan dari satwa tersebut,” kata Gatut.

Pelepasliaran satwa tersebut merupakan bagian dari upaya konservasi dan dilakukan dalam rangkaian peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2019 setiap 5 November.

 

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Mau Ikut PTSL? Ketahui Biaya Persiapannya yang Berlaku di Masing-Masing Wilayah

Agraria.today | Jakarta - Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap...

Lebih dari 1.000 Hektare Sawah Terdampak Bencana Pulih, Ketahanan Pangan Makin Terjamin

Agraria.today - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi...

Buka Forum Bakohumas 2026, Sekjen ATR/BPN Tekankan Penyamaan Persepsi dalam Implementasi Sertipikat Elektronik

Agraria.today | Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agraria...

Pastikan Data Sertipikat Tanah Sesuai, Ini Cara Mudah Pengecekannya

Agraria.today | Jakarta - Masyarakat kini bisa memastikan kesesuaian...

Siapkan Ketersediaan SDM yang Berintegritas, Sekjen ATR/BPN Minta Dukungan Komisi II DPR RI dalam Transformasi STPN

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Mendagri Tegaskan Pemerintah Siap Perkuat Pengawasan dan Optimalisasi Dana Otsus

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad...

Related Articles

Mendagri Tegaskan Pemerintah Siap Perkuat Pengawasan dan Optimalisasi Dana Otsus

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan pemerintah siap memperkuat pengawasan dan mengoptimalkan implementasi Dana Otonomi Khusus (Otsus) di...

Mendagri: Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Dirasakan oleh Masyarakat

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa Dana Otonomi Khusus (Otsus) di seluruh provinsi di Tanah Papua dan...

Kendalikan Harga Komoditas, Sekjen Kemendagri Minta Pemda Pastikan Ketersediaan Cabai dan Bawang Merah

Agraria.today | Jakarta – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir meminta pemerintah daerah (Pemda) untuk memastikan ketersediaan komoditas cabai merah, cabai...