Ragam AgrariaRibuan perangkat di dunia terinfeksi malware XHelper, sulit dihapus

Ribuan perangkat di dunia terinfeksi malware XHelper, sulit dihapus

Jakarta ((Feed)) – Lebih dari 45.000 perangkat Android di dunia dilaporkan telah terinfeksi malware jahat XHelper dalam enam bulan terakhir, dan sebagian pengguna yang terserang mengaku tidak bisa menghapus “virus” itu meskipun handset sudah diatur ulang sesuai pengaturan pabrikan (reset).

Perangkat lunak jahat yang terinstal ketika pengguna memasang satu aplikasi itu bisa me-reinstall sendiri meski sudah dicopot oleh pengguna dan ia didesain tetap tersembunyi serta tidak muncul di sistem launcher (daftar aplikasi).

Di forum-forum online, banyak pengguna mendiskusikan soal XHelper, mengeluhkan tentang iklan pop-up random yang muncul setiap saat.

Mereka juga mengatakan bahwa malware tersebut tetap muncul di perangkat bahkan setelah mereka mencopotnya (uninstall) secara manual.

Perusahaan keamanan Symantec, dalam blog resminya mengatakan bahwa XHelper tidak menyediakan antarmuka pengguna reguler. Malware ini merupakan sebuah komponen aplikasi, artinya ia tidak muncul dalam daftar di launcher aplikasi perangkat.

Baca juga  Meghan Markle pakai gaun Valentino Rp190 juta di pernikahan Nonoo

Itulah yang membuat malware ini mudah menjalankan aktivitas-aktivitas jahatnya secara tersembunyi. Sejauh ini malware terutama menginfeksi pengguna perangkat Android di India, AS, dan Rusia, menurut kajian yang disampaikan insiyur Symantec, May Ying Tee dan Tommy Dong, dikutip Kamis.

Setelah memperoleh pijakan pada perangkat korban, Xhelper mulai mengeksekusi fungsionalitas intinya yang berbahaya dengan mendekripsi muatan memori berbahaya yang tertanam dalam paketnya.

Muatan berbahaya kemudian menghubungkan ke server perintah dan kontrol (C&C) penyerang dan menunggu perintah. Untuk mencegah komunikasi ini dicegat, sertifikat SSL digunakan untuk semua komunikasi antara perangkat korban dan server C&C.

Setelah koneksi berhasil ke server C&C, muatan tambahan seperti dropper, clickers, dan rootkit, dapat diunduh ke perangkat yang dikompromikan.

“Kami percaya kumpulan malware yang disimpan di server C&C memiliki fungsi yang luas dan beragam, memberikan penyerang beberapa opsi, termasuk pencurian data atau bahkan pengambilalihan lengkap perangkat,” kata Symantec.

Baca juga  Mahakam Ulu Pecahan Rekor Menari 25 Jam

Symantec mengaku pertama kali melihat aplikasi XHelper pada Maret 2019. Saat itu, kode malware relatif sederhana dan fungsi utamanya adalah mengarahkan pengguna mengunjungi halaman iklan untuk tujuan monetisasi.

Bagaimana menghindarinya?

Symantec tidak menemukan sampel untuk dianalisis di Google Play Store mengenai sumber infeksi XHelper. Ada kemungkinan bahwa malware XHelper terunduh oleh pengguna dari sumber yang tidak dikenal, meskipun itu bukan satu-satunya saluran distribusi.

Aplikasi berbahaya itu ternyata lebih sering diinstal pada merek ponsel tertentu, sehingga diyakini bahwa penyerang mungkin berfokus pada merek tertentu.

Untuk menghindar dari terinfeksi malware ini, Symantec memberikan tips sebagai berikut:

* Selalu perbarui perangkat lunak perangkat
* Jangan mengunduh aplikasi dari situs yang tidak dikenal
* Perhatikan dengan seksama permintaan izin (permissions) yang diminta aplikasi
* Instal aplikasi keamanan seluler yang sesuai untuk melindungi perangkat
* Sering-seringlah membuat cadangan data penting.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...