Ragam AgrariaPelaku industri teknologi harapkan regulasi yang fleksibel

Pelaku industri teknologi harapkan regulasi yang fleksibel

Jakarta ((Feed)) – Pelaku industri teknologi berharap pemerintahan yang baru di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma’ruf Amin, dapat membaca kondisi pasar dengan baik dan membuat regulasi yang lebih fleksibel.

“Kalau regulasi ketat, menjadi tidak fleksibel,” kata Country Manager, Business Partner and Ecosystem IBM Indonesia, Novan Adian di acara “IBM Partner Solutions Summit 2019 – Journey to Cloud and AI”, Jakarta, Selasa.

“Tapi, kami mengerti bahwa PP 82 (PP 82/2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elekronik) ada revisi dan ada beberapa PP baru yang memberikan fleksibilitas,” katanya tanpa merinci lebih jauh.

Dalam acara itu, Novan membahas teknologi komputasi awan dan kecerdasan buatan yang merupakan infrastruktur penting dalam transformasi digital. Teknologi tersebut, menurut dia, dibutuhkan oleh banyak sektor termasuk pemerintahan untuk mendukung pelayanan publik.

Baca juga  KLHK sebut titik api berkurang karena TMC

“Butuh pelayanan yang sangat tangkas, yang bisa beradaptasi dengan kondisi permintaan yang ada sehingga membutuhkan teknologi yang mudah beradaptasi,” kata Novan.

Sementara itu, Chief Information Officer Blue Bird, Andeka Putra, di acara yang sama menyatakan harapannya agar pemerintahan baru mencermati regulasi tentang transportasi alternatif.

Andeka menyatakan semula mereka memang menginginkan pemerintah memberikan regulasi yang lebih tegas terkait transportasi alternatif, misalnya taksi dari layanan transportasi daring (ride-hailing).

Tapi, saat ini, menurut dia, konsumen sudah memiliki penilaian sendiri terhadap transportasi sehingga Blue Bird berusaha mempertahankan layanan mereka.

Salah satu yang dilakukan Blue Bird adalah mengembangkan pembelajaran mesin (machine learning) untuk para pengemudi agar dapat mengetahui lokasi dengan permintaan taksi yang tinggi.

“Tentang kebijakan, kami tidak berharap banyak karena konsumen sudah bisa menilai sendiri,” kata Andeka.

Baca juga  Polisi panggil 60 pemilik lahan terbakar di Sampit

 

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Mau Ikut PTSL? Ketahui Biaya Persiapannya yang Berlaku di Masing-Masing Wilayah

Agraria.today | Jakarta - Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap...

Lebih dari 1.000 Hektare Sawah Terdampak Bencana Pulih, Ketahanan Pangan Makin Terjamin

Agraria.today - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi...

Buka Forum Bakohumas 2026, Sekjen ATR/BPN Tekankan Penyamaan Persepsi dalam Implementasi Sertipikat Elektronik

Agraria.today | Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agraria...

Pastikan Data Sertipikat Tanah Sesuai, Ini Cara Mudah Pengecekannya

Agraria.today | Jakarta - Masyarakat kini bisa memastikan kesesuaian...

Siapkan Ketersediaan SDM yang Berintegritas, Sekjen ATR/BPN Minta Dukungan Komisi II DPR RI dalam Transformasi STPN

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Mendagri Tegaskan Pemerintah Siap Perkuat Pengawasan dan Optimalisasi Dana Otsus

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad...

Related Articles

Mendagri Tegaskan Pemerintah Siap Perkuat Pengawasan dan Optimalisasi Dana Otsus

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan pemerintah siap memperkuat pengawasan dan mengoptimalkan implementasi Dana Otonomi Khusus (Otsus) di...

Mendagri: Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Dirasakan oleh Masyarakat

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa Dana Otonomi Khusus (Otsus) di seluruh provinsi di Tanah Papua dan...

Kendalikan Harga Komoditas, Sekjen Kemendagri Minta Pemda Pastikan Ketersediaan Cabai dan Bawang Merah

Agraria.today | Jakarta – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir meminta pemerintah daerah (Pemda) untuk memastikan ketersediaan komoditas cabai merah, cabai...