Ragam AgrariaNadiem ke Istana, begini tanggapan asosiasi ojek online

Nadiem ke Istana, begini tanggapan asosiasi ojek online

Jakarta ((Feed)) – Ketua Presidium Nasional Gabungan Aksi Roda Dua (GARDA) Igun Wicaksono tidak setuju jika Nadiem Makarim masuk ke kabinet Presiden Joko Widodo, setelah pendiri Gojek itu dipanggil ke Istana Presiden pada Senin.

“Nadiem Makarim boleh besar dengan berderet gelar akademik dan valuasi Gojeknya yang triliunan rupiah, namun dibalik itu, jutaan para mitra ojek online-nya berdarah-darah di lapangan dan jauh dari sejahtera dari segi pendapatan. Intinya ojol mitranya belum happy,” ujar Igun saat dihubungi Antara di Jakarta, Senin.

Igun menyebut dua alasan penolakan Nadiem sebagai menteri. Menurut Igun, kendati Nadiem sudah melepas jabatan di Gojek, Nadiem masih tercatat sebagai pemilik bisnis.

“Artinya, Nadiem menikmati hasil dari Gojek. Karena Nadiem sebagai pendiri Gojek sekaligus pemilik bisnis Gojek walaupun secara struktural melepas jabatan-jabatannya di struktur manajemen Gojek, namun dia pemilik bisnisnya,” kata Igun.

Baca juga  Presiden Jokowi ingatkan jajarannya maksimal tangani karhutla

Alasan kedua, menurut Igun, Nadiem belum berhasil mensejahterakan mitra, sebab pendapatan, misalnya bonus, masih sering terpotong.

“Selama ini Gojek terus berkembang dan hasilnya dinikmati oleh korporasi. Di sisi lain, para driver merasa sulit karena pendapatannya tergerus,” kata dia.
 

Pendiri Gojek Nadiem Makarim melambaikan tangannya saat berjalan memasuki Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019). (Feed) FOTO/Wahyu Putro A/aww.

GARDA berharap Presiden Joko Widodo tidak hanya melihat dari sisi besarnya valuasi Gojek, yang kini telah menjadi decacorn, namun juga melihat kondisi mitra ojol yang dinilai belum sejahtera.

“Bagaimana mencoba dengan kompetensinya mensejahterakan rakyat Indonesia, apabila korporasi sendiri belum bisa mensejahterakan mitranya,” ujar Igun.

“Untung besar bagi korporasinya namun bagi kami belum sejahtera. Kami tidak harapkan untung besar namun pendapatan harusnya sesuai kerja kami di lapangan, itu dasar kami menolak,” tambah dia.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Driver Online (ADO), Christiansen Ferary Wilmar, mendukung keputusan Presiden Jokowi untuk membawa Nadiem bergabung ke kabinet baru.

Baca juga  MUI Banten gelar pengajian ulama dan umaro di Pandeglang

“Kami harap dengan menjadi Menteri, pak Nadiem dapat membuat sebuah regulasi yang adil dan setara untuk semua pihak, dan memberikan efek yang baik bagi semua pihak,” ujar Christiansen.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...