Ragam AgrariaTN Gunung Rinjani: Para pendaki aman ketika hutan terbakar

TN Gunung Rinjani: Para pendaki aman ketika hutan terbakar

para pendaki sudah turun dari atas gunung dalam keadaan aman

Mataram ((Feed)) – Pelaksana Harian Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani Dwi Pangestu menyatakan tidak ada korban jiwa dalam kebakaran hutan di jalur pendakian dan semua wisatawan dalam keadaan aman karena semua sudah turun dari atas gunung.

“Info dari lapangan tidak ada korban jiwa dan para pendaki sudah turun dari atas gunung dalam keadaan aman,” kata Dwi ketika dihubungi dari Mataram, Minggu.

Ia mengatakan sebagian besar pendaki turun menuju pintu masuk pendakian Senaru, Kabupaten Lombok Utara. Sebagian lagi di pintu masuk pendakian Sembalun, dan Timbanuh di Kabupaten Lombok Timur. Ada juga yang turun ke arah pintu pendakian di Aik Berik, Kabupaten Lombok Tengah.

Senaru merupakan pintu masuk pendakian yang paling banyak diminati oleh para pendaki, khususnya wisatawan asing. Jumlah pendaki yang naik gunung melalui pintu pendakian Senaru bisa mencapai ratusan orang per hari dengan kuota sebanyak 150 orang per hari.

Sedangkan pintu masuk pendakian lainnya hanya puluhan orang per hari, meskipun kuotanya mencapai ratusan orang per hari.

Baca juga  UNEP sebut Hutan Amazon benteng alami lawan perubahan iklim

Dwi menambahkan puluhan wisatawan yang melakukan pendakian pada Sabtu (19/10), sudah turun dan tiba Senaru pada Minggu pagi. Begitu juga dengan para pendaki yang turun di Sembalun, dan pintu masuk pendakian lainnya.

“Demi keselamatan jiwa, semua pendaki diminta untuk turun gunung karena kobaran api terus meluas ke berbagai arah di atas gunung,” ujarnya.

BTNGR juga sudah memutuskan untuk menutup semua jalur pendakian mulai Minggu (20/10/2019), hingga batas waktu yang belum ditentukan. Hal itu dilakukan untuk menjaga keselamatan para wisatawan karena kebakaran terus meluas di atas pegunungan akibat angin kencang dan suhu panas.

Informasi sementara, kata Dwi, luas lahan hutan yang terbakar mencapai 2.557 hektare. Sebagian besar adalah kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, dan sebagian lagi adalah kawasan hutan di wilayah Santong yang masuk dalam Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Rinjani Barat.

Selain itu, kebakaran juga terjadi di kawasan hutan KPH Rinjani Timur, tepatnya di Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur. Kedua KPH tersebut berada di bawah kewenangan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTB.

Baca juga  Nadya Hutagalung dukung Instagram hapus "Like"

Kebakaran kawasan hutan Taman Nasional Gunung Rinjani, yang terjadi sejak Sabtu (19/10), makin meluas dan belum berhasil dipadamkan hingga Minggu petang.

Dari pantauan tim gabungan pemadaman kebakaran hutan di Senaru pada Sabtu (19/10), wilayah yang terbakar mulai dari atas pos tiga jalur pendakian Senaru ke arah barat hingga ke wilayah Resort Anyar, dan Santong sepanjang Lendang Penyeranan dan mengarah ke bawah mencapai tegakan hutan.

Petugas Resort Sembalun juga melihat titik api yang berada di sekitar Pelawangan Sembalun, dan mengarah ke camp area para pendaki.

Penyebab kebakaran di lokasi tersebut diduga akibat dari api loncat yang berasal dari lokasi hutan Danau Segara Anak Wilayah Resort Senaru yang sedang terbakar.

Api juga terlihat di jalur pendakian Sajang, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur. Penyebab kebakaran di lokasi tersebut masih dalam penyelidikan.

“Petugas gabungan dari unsur BTNGR, TNI-Polri, Dinas LHK NTB, dan masyarakat masih berjuang memadamkan api secara manual hingga malam ini. Kemungkinan mereka akan menginap di atas pegunungan,” kata Dwi.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...